Pasca Gempa, Terkonfirmasi Covid-19 Tembus 4.084

  • Whatsapp
Pasca Gempa, Terkonfirmasi Covid-19 Tembus 4.084

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Sulbar melonjak drastis pasca gempa 6,2 magnitudo, Rabu 3 Februari. Saat ini sudah mencapai 4.084 kasus.

Data ini bertambah 1,555 kasus selama 20 hari pasca gempa. Di Mamuju awalnya sebelum gempa sebanyak 826 kasus per 14 Januari. Namun saat ini sudah mencapai 1.177 per 3 Februari 2021.

Begitupun Majane, naik signifikan. Dari 245 kasus sebelum gempa kini sudah mencapai 477 kasus. Sedangan kabupaten Polman yang tak terdampak gempa juga menyumbang signifikan kasus terkonfirmasi. Dari 1.045 kasus kini sudah tembus 1.667 kasus.

Kenaikan kasus signifikan ini disebabkan klaster pengungsian. Di tengah keterbatasan tenda di pengungsian, warga di Kabupaten Majene dan Mamuju yang terdampak gempa tak lagi mempedulikan protokol kesehatan.

“Dua bencana ini memang sulit untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak. Apalagi di dalam tenda pengungsian yang berdesakan,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulbar, Safaruddin Sanusi DM, kemarin.

Dia mengatakan hingga hari ketiga setelah gempa masyarakat masih mengamankan keluarganya, berkumpul di ketinggian bersama yang lainnya.

“Bahkan cuci tangan agak susah karena air di tempat itu tidak ada, masker juga tidak ada. Sekarang secara perlahan terus disosialisasikan protokol kesehatan di pengungsian, pada saat pembagian makanan, dan sembako. Kita juga rutin bagi-bagi masker dan menyiapkan wadah cuci tangan di posko-posko pengungsian,” katanya.

Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris membenarkan dalam situasi darurat dua pekan lebih ini seakan tak lagi mempedulikan ancaman Covid-19. Terutama di wilayah atau kecamatan yang terdampak gempa.

Hal ini, kata Idris harus diubah, sebab sangat beresiko terhadap makin meluasnya penyebaran virus corona di Sulbar.

“Saya mengingatkan kembali, agar tetap bahkan lebih  waspada. Melaksanakan protokol kesehatan dalam bekerja dan beraktivitas. Jaga jarak dan pakai masker demi keselamatan kita semua,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *