Pejuang Kesehatan Berpulang, Gubernur: dr Alief Sosok Sederhana

  • Whatsapp
Pejuang Kesehatan Berpulang, Gubernur: dr Alief Sosok Sederhana
Mendiang dr Muhammad Alief Satria Lahmuddin.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Sulawesi Barat kehilangan sosok pejuang kesehatan terbaiknya. Kabar duka itu datang dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr Muhammad Alief Satria Lahmuddin meninggal dengan status terinfeksi Covid-19.

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, menyampaikan duka yang mendalam atas berpulangnya Kadis Kesehatan Provinsi Sulbar dr, Alief Satria. Menurut Gubernur, dr Alief dikenalnya sebagai sosok pejabat yang sederhana memiliki loyalitas tinggi dan pekerja keras serta bertanggung jawab.

“Saya secara pribadi dan kami sebagai Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat khususnya, benar-benar kehilangan, dr Alief Satria adalah tokoh kesehatan di Sulbar yang santai dan sederhana juga bertanggung jawab,” kata Ali Baal Masdar, Minggu 7 Februari 2021.

Ia mengaku, almarhum adalah pejabat yang miliki loyalitas baik serta pekerja keras. “Kami benar-benar terpukul dengan kepergian almarhum, terlebih saat ini di tengah pandemi Covid-19, di mana tenaga dan pikiran seorang dokter sangat dibutuhkan, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.

Ia juga menekankan kepada seluruh masyarakat agar selalu mentaati protokol kesehatan Covid-19 dengan menerapkan pola hidup sehat, utamanya melaksanakan 3M. Jaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan atau menggunakan handsanitaiser, pakai masker serta menjaga jarak.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulbar, dr Muhammad Ikhwan, menjelaskan dr Alief Satria, sebelumnya diketahui sempat dirawat di RSUD Haji Makassar.

Namun karena tak kunjung membaik, ia kemudian di rujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar dan menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 02.00 WITA dini hari 7 Februari 2021.

Almarhum dikabarkan meninggal dunia masih berstatus positif Covid-19. Hal itu dibenarkan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Barat, setelah mendapat laporan resmi dari pihak rumah sakit di Makassar.

“Dirawat itu kalau bukan empat malam, lima malam. Komorbid asma, itu lagi beliau sangat disiplin protokol kesehatan,” jelasnya.

Dimatanya, almarhum adalah sosok pemimpin yang sangat disenangi oleh para staf dan pegawainya, lantaran kesederhanaan dan keceriaanya saat menjalankan tugas.

“Sosok beliau bisa dibilang unik, beliau tidak mengenal strata perlakuan sama saja kepada semua staf, baik staf bisa, pejabat eselon, senior, junior semua sama. Beliau sangat sederhana,” tandasnya.

Ia menuturkan, almarmuh nantinya akan dimakamkan dengan protokol kesehatan.

Diketahui, dr Alif Satria kelahiran 4 Maret 1966 meninggalkan satu orang istri dan tiga orang anak laki-laki. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *