Pemerintah Longgarkan Pajak Media

  • Whatsapp
Pemerintah Longgarkan Pajak Media
Sekprov Sulbar, Muhammad Idris DP didampingi Kepala Diskominfopers Sulbar Safaruddin Sanusi bersama Ketua PWI Sulbar Naskah M Nabhan dan pengurus PWI Sulbar saat mengikuti puncak HPN 2021 di rujab Sekprov Sulbar, Selasa 9 Februari 2021.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Barat menggelar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-75 tahun di rumah jabatan Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP, Selasa 9 Februari.

Perayaan HPN tahun 2021 mengangkat tema ‘Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi bersama Pers Sebagai Akselerator Perubahan. DKI Jakarta bertindak sebagai tuan rumah, sementara daerah lain mengikuti secara virtual termasuk Sulbar.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, di istana negara. Turut hadir dan di ikuti seluruh insan pers di berbagai Provinsi di Indonesia melalui virtual termasuk PWI Sulawesi Barat.

Presiden Joko Widodo dalam sambutanya melalui virtual mengatakan untuk mendukung pers menghadapi masa-masa sulit saat ini, pemerintah akan menanggung Pajak Penghasilan (PPh) 21 bagi seluruh industri media.

Ia juga menyampaikan, di tengah kondisi pandemi saat ini, pers tetap bekerja untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih karena membantu pemerintah mengedukasi masyarakat untuk penerapan protokol kesehatan,” kata Joko Widodo.

Menurutnya, salah satu belanja besar yang dibelanjakan pemerintah saat ini adalah vaksin dimana saat ini pemerintah bekerja keras memperoleh vaksin.

“Melalui vaksin saya yakin media harus divaksin bulan Februari sampai awal Maret kita siapkan 5.000 orang untuk bisa divaksin,” ujarnya.

Ia juga, menegaskan bahwa pemerintah akan berusaha meringankan beban industri media. Melalui, PPh 21, awak media telah dimasukkan dalam daftar pajak yang ditanggung oleh pemerintah.

Dia menuturkan bahwa pemerintah akan menanggung PPh 21 bagi awak media, sampai bulan Juni 2021 mendatang. “Artinya, pajak dibayar oleh pemerintah, dan ini berlaku sampai Juni 2021,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pengurangan PPh badan, dan pembebasan PPh 2 impor bagi industri media.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah juga akan memberikan insentif yang sama seperti industri lain, kepada industri media.

Sementara itu, Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP yang didampingi Kadis Dinkominfopers Safaruddin Sanusi dan Ketua PWI Sulawesi Barat, Naska M Nabhan, menyampaikan selamat kepada seluruh insan pers yang memperingati HPN ke-75.

“Alhamdulillah, keberadaan pers di Indonesia khususnya di Sulbar sudah bagian dari lokomotif perubahan dan pembangunan daerah kita,” kata Idris usai mengikuti virtual HPN, Selasa 9 Februari 2021.

Menurutnya, kinerja-kinerja pers tidak mungkin lahir dengan sendirinya tanpa ada insan pers yang kuat. Itu juga sebagai bagian dalam membangun pers nasional, maka insan pers ini menjadi salah satu tonggak perubahan yang elementer.

Idris berharap semua bentuk media di Indonesia menjadi lebih kreatif, inovatif, lebih produktif, untuk memastikan apa yang menjadi tujuan media, nyambung dengan harapan-harapan publik. Sehingga pers bisa menjadi bagian dari kolektif memori warga negara untuk melakukan perubahan.

“Misalnya, kita di Sulbar ini bersamaan sekarang, benacana ganda di Sulbar yaitu bencana alam dan bencana covid. Keberadaan pers bisa mengoleksi menjadi sebuah momentum untuk menangani itu, termasuk untuk mencerdaskan warga negara,” jelasnya.

Pilar Pemulihan Daerah

Kadis Kominfo Sulbar, Safaruddin Sanusi mengatakan pers di Sulbar harus berperan memberi informasi yang akurat dan objektif.

Apalagi Sulbar saat ini dilanda dua bencana sekaligus yakni pandemi Covid-19 dan gempa bumi.

“Pers harus ambil bagian untuk Sulbar bangkit. Peringatan ini kita kembali bangkit dan membenahi diri sehingga perekonomian berjalan seperti sediakala,” katanya.

Safaruddin berharap insan pers maupun perusahaan media bisa lebih profesional lebih inovatif dan lebih produktif. Sehingga apa yang diberitakan sampai ke masyarakat memberi manfaat yang besar.

“Utamanya berperan dalam memerangi hoax yang bertebaran di media sosial. Media pasti profesional untuk memberitakan hal-hal yang menyejukkan masyarakat di tengah kondisi bencana,” jelasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *