Polisi Bingung Ungkap Penyelundupan Sabu di Lapas

  • Whatsapp
Polisi Bingung Ungkap Penyelundupan Sabu di Lapas
Kalapas Polewali, Abdul Waris perlihatkan satu saset diduga sabu.

POLEWALI, SULBAREXPRESS.CO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Polewali sempat dihebohkan dengan ditemukannya dua saset serbuk putih dalam kemasan plastik yang diduga narkotika jenis sabu.

Serbuk putih dengan berat 2 gram tersebut bercampur nasi dan ikan dalam kotak makanan yang dibawa pengunjung untuk diberikan ke salah satu warga binaan Lapas Polewali.

Sayangnya, pengungkapan penyelundupan dugaan narkotika jenis sabu ke dalam Lapas Polewali tersebut hampir dipastikan menemui jalan buntu.

Pasalnya, narapidana yang dititipkan barang mengaku tidak pernah memesan dan tidak mengetahui siapa yang telah mengantarkan barang. Kondisi itu diperparah dengan bermasalahnya alat perekaman kamera pengintai atau CCTV Lapas di pintu masuk yang mengawasi pergerakan orang keluar masuk.

“Kendalanya karena hardisk CCTV rusak, sementara ini kita rencana koordinadi Lapas terkait itu CCTV, karena tidak ada bayangan sama sekali yang membawa dan ciri-ciri lainnya yang mengenali tidak ada,” ujar Kasat Narkoba Polres Polman, AKP Tandikini saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Senin 8 Februari.

Menurutnya, CCTV Lapas Polewali tidak memiliki hardisk sehingga tidak bisa menyimpan rekaman gambar. Sejauh ini rekaman CCTV Lapas belum diserahkan kepada pihak kepolisian.

“Kalau ada CCTV itu bisa ada bayangan, kita berupaya lidik, tapi tidak ada petunjuk lain, karena ciri-cirinya cuma pakai jaket dan pakai masker, kalau memang tidak ada hardisknya iya jadi barang temuan saja, sama sekali tidak ada bayangan,” kata Tandikini.

Terpisah, Kalapas Polewali, Abdul Waris mengungkapkan ciri-ciri pembawa barang diduga sabu ke dalam Lapas Polewali diantaranya berbadan tegap, kulit hitam dan tinggi sedang.

“Kalau muka tidak bisa dikenali karena dia pakai masker dan saat barangnya diperiksa dia langsung bergegas pergi,” jelasnya.

Menanggapi CCTV yang tidak bisa merekam di pintu masuk, Abdul Waris mengakui bahwa CCTV yang dimaksud memorinya rusak. Kendati demikian, kata dia, empat CCTV yang dipasang di Lapas Polewali hanya satu yang bermasalah yaitu di pintu masuk.

“Hanya itu satu, hard disknya rusak, saya baru tahu CCTV itu ada kerusakan, begitu diperiksa, karena yang lain berfungsi semua,” terangnya.

Ia menambahkan CCTV di Lapas Polewali sudah tiga tahun digunakan dan sampai sekarang belum pengadaan barang lagi dari Jakarta. “Tapi kita sudah briefing petugas Lapas agar meningkatkan kewaspadaan terutama dalam hal menggeledah barang dan badan,” imbuhnya.

Berdasarkan data Lapas Polewali, warga binaan saat ini berjumlah 396, dimana 60 orang diantaranya berstatus sebagai tahanan, dari jumlah warga binaan itu 265 orang diantaranya merupakan warga binaan kasus narkoba.

“265 warga binaan kasus narkoba ini sudah kumpul bandarnya dan pemakainya. Itu menggambarkan bahwa Polman darurat narkoba,” tutur Kalapas Polewali Abdul Waris. (ali/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *