Polres Polman Gelar Tes Urine Mendadak

  • Whatsapp
foto: GAZALI
Personel Polres Polman mengikuti tes urine di Klinik Bhayangkara.

POLEWALI, SULBAR EXPRESS – Kapolres Polewali Mandar merespons pernyataan Kapolda Sulbar Irjen Pol Eko Budi Sampurno yang meminta personelnya melakukan tes urine secara acak.

Kapolres Polman pun menggelar pemeriksaan tes urine secara acak kepada sejumlah personelnya, Senin 22 Februari.

Bacaan Lainnya

Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono mengatakan sebanyak 10 orang personelnya mengikuti pemeriksaan urine secara acak, di Klinik Bhayangkara Polres Polman.
Pemeriksaan itu dilakukan secara mendadak dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada personel. “Ke-10 orang yang mengikuti tes urine hasilnya menunjukkan negatif narkoba,” terangnya.

Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono menegaskan, pihaknya juga mendukung penuh pernyataan Kapolda Sulbar terkait oknum polisi yang terlibat narkoba harus dihukum mati.

Menurut dia, dirinya juga tidak akan mentolerir jika ada personelnya yang menggunakan barang haram tersebut. “Kalau ada yang didapati konsumsi atau main mata dengan pelaku narkoba, kita lihat dulu apakah itu anggota pemakai atau justru ikut mengedar. Jika didapati, pastinya akan dipecat dari kesatuan kepolisian,” pungkasnya.

Pemeriksaan urine secara mendadak di Polres Polman, menyikapi penyampaian Kapolda Sulbar Irjen Pol Eko Budi Sampurno, disebutkan personel polisi yang tersangkut penyalahgunaan narkoba, dinilai harus mendapatkan hukuman berat.

Sebab, kata Kapolda, hukuman maksimal yang pantas diberikan adalah dikeluarkan dari kepolisian dan mengikuti sanksi hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ali/sol)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *