Program Usulan ke Balai Sungai Diharap Terealisasi

  • Whatsapp
foto: Andi Safrin
DPRD Pasangkayu menggelar kunjungan kerja ke Balai Wilayah Sungai (BWS) III Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

PASANGKAYU, SULBAR EXPRESS – Wilayah pemukiman dan kebun warga baik yang berbatasan dengan sungai dan pantai di Kabupaten Pasangkayu mulai tergerus.

Setelah mendapatkan aspirasi saat reses awal tahun 2021 dari konstituennya masing-masing, DPRD Pasangkayu melakukan kunjungan kerja ke Balai Wilayah Sungai (BWS) III Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Pasangkayu.

Bacaan Lainnya

Rombongan DPRD Pasangkayu dipimpin langsung Ketua Alwiaty bersama Wakil Ketua Arwi dan para anggota DPRD Pasangkayu.

Salah seorang anggota DPRD Pasangkayu yang ikut kunjungan kerja tersebut, Lubis mengatakan, saat lakukan rapat dengan pimpinan Balai, mereka mendapatkan angin segar, bahwa untuk tahun 2021 ini ada proyek penguatan tebing sungai dan tanggul pantai masuk di wilayah Kabupaten Pasangkayu.

“Proyek tersebut di Desa Karya Bersama dan Randomayang untuk pembangunan tembok penahan ombak. Penguatan tebing sungai Lariang, di Desa Lariang,” kata Lubis, Senin 22 Februari.

Menurut dia, selain itu, juga ada rehabilitas intake dan jaringan transmisi air baku Karobe, pemeliharaan berkala tambak di Kalindu, Desa Lariang serta pemeliharaan berkala tambak di Bambaloka, Kelurahan Baras.

“Untuk pembangunan tembok laut di Desa Karya Bersama, itu hanya sepanjang 350 meter. Menurut kami itu tidak menjangkau sepanjang bibir pantai. Begitupun dengan penguatan tebing sungai Lariang hanya 400 meter. Makanya kami usulkan lagi agar dianggarkan untuk program tahun 2022 mendatang,” tutur Lubis.

Ia menyebutkan, untuk tanggul sungai perbatasan Surumana-Sarjo, pantai Babia, tanggul sungai Lariang, Salukaili sampai tanggul sungai Benggaulu itu, diusulkan ke Balai agar diprioritaskan tahun 2022, karena sifatnya sangat mendesak.

“Abrasi pantai Desa Bambakoro juga saya usulkan karena beberapa warga yang telah rusak rumahnya dihantam ombak. Pada intinya, kita menginginkan semua wilayah yang potensi longsor, banjir dan abrasi pantai bisa segera ditindaklanjuti pihak Balai,” sebutnya. (ndi/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *