UMKM Mulai Bangkit

  • Whatsapp
UMKM Mulai Bangkit
Ketua Wilayah TDA Palu Bahar Sadika saat membuka acara di Taman Karema Mamuju, Rabu malam 17 Februari 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Bencana Covid-19 dan gempa yang melanda Sulawesi Barat sempat membuat perekonomian menjadi tak terkendali dan lumpuh. Khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Mamuju.

Upaya Pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi mendapat dukungan dan perhatian dari Manakarra UMKM Corner (MUC) Taman Karema bersama Komunitas Tangan di Atas (TDA) dengan menggelar Spirit Kolabor Aksi untuk Mamuju sebagai upaya memantik dan membangkitkan semangat pelaku usaha di Sulbar pasca diguncang gempa berkekuatan 6,2 magnitudo.

Ketua Komunitas UMKM Manakarra Andi Rahmat Syam, menjelaskan para pelaku UMKM di Mamuju saat ini berupaya bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Namun di tengah usahanya harus kembali terpuruk akibat gempa bumi.

“Kami butuh dukungan, baik moril maupun modal. Sebab cobaan yang kami alami ini sempat membuat kami frustasi dan putus harapan, belum lagi kondisi psikologi yang terganggu pasca gempa,” kata Andi Rahmat, Rabu malam 17 Februari.

Kemudian lanjutnya, melihat kondisi tersebut, TDA selaku komunitas yang beranggotakan para wirausahawan muda dan orang-orang yang berminat pada dunia wirausaha menginisiasi kegiatan Spirit Kolabor Aksi untuk Mamuju.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut digelar tanggal 17 hingga 19 Februari 2021 dengan melibatkan 80 pelaku UMKM di Sulbar dan 10 pelaku UMKM dari Palu Sulteng.

“Jadi dari MUC Taman Karema sendiri ada 20 pelaku UMKM, kami juga undang 60 pelaku yang tersebar di Sulbar, namun yang baru mengkonfirmasi akan hadir sejauh ini baru 38 pelaku usaha,” jelasnya.

Spirit Kolabor Aksi untuk Mamuju, juga akan diwarnai berbagai kegiatan, seperti pameran produk UMKM, panggung hiburan penyerahan bantuan logistik bagi para pelaku usaha yang terdampak gempa serta trauma healing bagi anak-anak korban gempa.

“Teman-teman TDA merupakan inisiator kegiatan ini dan kami (MUC Taman Karema) yang menyiapkan sarana dan prasarananya. Kegiatan ini diikuti teman-teman TDA dari Palu, Makassar dan Jakarta. Keikutsertaan teman-teman TDA dari Palu juga untuk memberikan motivasi kepada para pelaku usaha di Mamuju, karena setelah gempa di sana (Palu, red) mereka juga menggelar kegiatan seperti ini dan mereka juga akan berbagi tips untuk bangkit pasca bencana. Jadi, kami berharap melalui kegiatan ini, para pelaku usaha dapat bergairah kembali,” ujar Andi Rahmat.

Terkait omzet, Andi Rahmat menjelaskan, terjadi penurunan drastis yang dialami pelaku usah di MUC Taman Karema. Sebelum pandemi, omzet MUC Taman Karema bisa mencapai Rp600 juta per bulan bahkan pada hari libur bisa mencapai Rp30 juta per hari.
Kemudian di masa pandemi omzet menurun drastis hingga hanya Rp1 juta per hari dan pada hari libur maksimal hanya Rp5 juta.

Olehnya ia berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan stimulus kepada para pelaku UMKM di Mamuju agar bisa memulai kembali usahanya.

“Kami sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah, terutama dana stimulan, karena saat gempa kemarin, pelaku usaha banyak mengalami kerugian, seperti di MUC Taman Karema ini, banyak bahan makanan yang rusak karena basi,” ucapnya.

Sementara Ketua TDA Mamuju, Rahmat Ihsan menjelaskan kegiatan yang digelar juga sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi khususnya bagi pelaku UMKM lokal di Mamuju.

“Kita berharap, ekonomi bisa pulih dan bangkit kembali dan malam ini adalah bagian dari upaya pemulihan ekonomi pertumbuhan kota Mamuju,” kata Ihsan.

Menurutnya, UMKM merupakan pahlawan bagi percepatan pertumbuhan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja disetiap daerah. Khususnya pelaku UMKM lokal di Mamuju.(idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *