Untuk Warga Terdampak Gempa, Fatayat NU Beri Layanan Psikososial

  • Whatsapp
Untuk Warga Terdampak Gempa, Fatayat NU Beri Layanan Psikososial
Sekretaris Pengurus Wilayah Fatayat NU Sulawesi Barat, Imelda Adhiyanty, melaksanakan kegiatan di Pasada, Botteng Utara Mamuju, Sabtu 6 Februari 2021. (Foto: Ipeng)

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Prihatin dengan kondisi penyintas anak-anak dan perempuan, Fatayat NU Sulawesi Barat melakukan layanan dukungan psikososial di Pasada, Desa Botteng Utara, Mamuju, Sulawesi Barat Sabtu 6 Februari.

Botteng Utara menjadi salah satu desa di Mamuju yang mengalami kondisi parah pasca gempa 15 Januari. Hal ini mengakibatkan banyak kepala keluarga yang harus tinggal di tenda pengungsian.

Anak-anak dan kaum ibu, termasuk golongan yang sangat merasakan dampak dari kebencanaan. Sehingga perlu mendapatkan penanganan khusus semisal dukungan psikososial.

Menurut Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Fatayat NU Sulawesi Barat, Imelda Adhiyanty, bahwa Fatayat NU sebagai bagian dari NU bertugas untuk menjalankan kebijakan NU termasuk penanganan gempa di Sulawesi Barat.

Layanan dukungan psikososial menjadi pilihan Fatayat NU Sulbar dalam menjalankan tugas kerelawanan di masa transisi darurat pemulihan bencana gempa bumi di Sulawesi Barat.

“Fatayat NU adalah organisasi sosial kemasyarakatan dan selalu hadir untuk memperjuangkan bangsa termasuk anak dan perempuan. Kami memilih Botteng Utara, khususnya di Pasada ini karena kami mendengar bahwa untuk layanan dukungan psikososial yang menyentuh anak-anak dan perempuan itu belum ada sama sekali. Itulah sebabnya kami ke sini dengan semangat agar anak-anak tetap ceria dan kaum ibu tetap bahagia,” kata Imelda.

Kegitan yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan Covid-19, menyasar 100 anak-anak dan kaum ibu.

“Metode yang kami gunakan agak berbeda dengan lainnya. Kalau untuk anak-anak kami menggunakan pendekatan bermain tradisional, harapannya agar anak-anak tidak kehilangan masa-masa indahnya walaupun ada di tenda pengungsian,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan observasi kepada anak-anak, tujuanya untuk mengidentifikasi jika ada anak yang mengalami shock berat, sehingga tidak dapat bersosialisasi.

Sementara itu untuk kaum ibu, kami arahkan hati, tubuh dan jiwa mereka untuk selalu rileks dan bahagia dengan metode progresif relaksasi.

Imelda yang juga adalah hipnoterapis profesional di Prahipti Sulbar menambahkan bahwa dengan metode progresif relaksasi maka kaum ibu dapat mengontrol stres dan mengikis kecemasan yang telah dialami akibat gempa di Sulawesi Barat. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *