Usai Vaksinasi, Safaruddin: Vaksin Covid Aman dan Halal

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
Kepala Dinas Kominfopers Safaruddin Sanusi saat dilakukan vaksinasi di Puskesmas Rangas, Kecamatan Simboro, Mamuju, Selasa 23 Februari 2021.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Sejak masuknya 10.960 dosis vaksin di Sulawesi Barat Januari lalu, beberapa pejabat mulai mengikuti vaksinasi, salah satunya Kepala Dinas Kominfopers Sulbar Safaruddin Sanusi.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Safaruddin Sanusi mengatakan dirinya mengikuti vaksinasi berdasarkan undangan yang telah diterima sebelumnya dari Dinas Kesehatan Sulawesi Barat.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah pada hari ini (Selasa 23 Februari, red) saya sudah divaksin dan seharusnya dijadwal tanggal 15 Januari. Sesuai jadwal pemerintah pusat serentak seluruh provinsi dan kabupaten,” kata Safaruddin, kemarin.

Menurut Safaruddin jadwal vaksin ada penundaan akibat bencana gempa bumi. Kebijakan dilakukan penundaan khususnya di wilayah Mamuju dan Majene,.

“Karena bencana sehingga harus ditunda dan kita diundang satu persatu untuk divaksin. Alhamdulillah kita divaksin dan saya tidak merasakan sesuatu,” ujarnya.

Ia menjelaskan setelah dilakukan vaksinasi, ia sama sekali tidak merasakan efek samping atau gejala yang aneh.

“Bahwa vaksin itu aman pertama dijamin oleh pemerintah, kedua diakui oleh MUI serta Dinas Kesehatan dan IDI, bahwa vaksin itu aman dan halal,” jelasnya.

Selain itu menurutnya setelah dilakukan vaksin, maka kemungkinan itu menjadi legalitas ketika ingin melakukan perjalanan meski tanpa harus di rapid test lagi.

Ia juga mengaku, bahwa setelah dirinya divaksin maka hal tersebut membuktikan, bahwa program pemerintah harus didukung semua pihak.

Safaruddin juga menyampaikan, bahwa seluruh kabupaten di Sulbar untuk tahap pertama telah dilakukan vaksinasi termasuk Mamuju dan Majene.

Dengan begitu menurutnya hal tersebut bisa menekan angka orang yang terpapar Covid-19, di Sulawesi Barat. “Salah satu cara untuk memutus Covid-19, harus dilakukan vaksinasi,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Barat, Prof Gufran Darma Dirawan menjelaskan bahwa dirinya juga mendapat jadwal yang sama untuk dilakukan vaksinasi.

Namun karena dirinya tidak lolos screening, akibat tingginya tekanan darah sehingga ia harus menunggu jadwal ulang untuk dilakukan vaksinasi.

“Saya hanya diberikan obat untuk menurunkan tekanan darah saya, karena tekanan darah saya diambang batas normal, 180/110 sehingga pekan depan kembali untuk melakukan tes lagi,” ucap Prof Gufran.

Menurutnya metode sebelum vaksinasi dilakukan itu cukup baik karena dilakukan pemeriksaan kesehatan, apabila memenuhi syarat maka dilakukan vaksin.

“Bahwa tes covid ini sesuai prosedural, tidak ada dirahasiakan disampikan dengan baik dan dokter memberikan solusi,” jelasnya.

Meski begitu, hal itu tidak menurunkan semangat untuk dilakukan vaksin. Justru hal itu menurutnya menjadi pembelajaran untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Ini adalah bagian dari melakukan pembelajaran kepada bangsa, bahwa covid ini bukan hal yang main-main. Kemudian bahwa ini adalah solusi yang wajib diikuti untuk memutus mata rantai Covid-19,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulawesi Barat, dr Ihwan mengatakan untuk jumlah keseluruhan tenaga kesehatan yang telah mengikuti vaksin ada 6575 orang.

“Untuk tenaga kesehatan per tanggal 22 Februari 2021 sebanyak 6.575 orang tenaga kesehatan telah divaksin, dari 9526 sasaran,” ucap Ihwan.

Menurutnya, dari enam kabupaten yang telah dilakukan vaksinasi, hanya Mamuju yang paling rendah. Namun hal itu mulai menunjukkan peningkatan.

“Jumlah itu tersebar di enam kabupaten paling rendah Mamuju, itu baru 42,19 persen,” tandasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Puskesmas Rangas, untuk jumlah yang telah mengikuti vaksinasi sebanyak 231 orang. Sedang yang berkunjung dan melakukan konsultasi sebanyak 403 orang dan yang mengalami penundaan sebanyak 94 orang serta 77 orang yang tidak memenuhi prasyarat vaksin. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *