Anak Jalanan Butuh Perhatian

  • Whatsapp
Anak Jalanan Butuh Perhatian
Nenek Dara (63) memulung bersama cucunya di Kota Polewali.

POLEWALI, SULBAREXPRESS.CO.ID – Sosok anak jalanan bermunculan di Kota Polewali, baik itu di pinggir-pingir jalan, di persimpangan traffic light, bahkan di seputaran Alun-alun depan Kantor Bupati Polman, Minggu 7 Maret.

Anak-anak jalanan ini menjadikan tempat tersebut sebagai tempat mangkalnya, tempat berteduh, berlindung, sekaligus sumber kehidupan, meskipun ada juga yang masih tinggal dengan keluarganya. Akan tetapi kehadiran mereka tetap mewarnai kehidupan di perkotaan Bumi Tipalayo.

Kehidupan anak-anak jalanan di kota Polewali menarik perhatian publik. Bagaimana tidak mereka ada yang mengemis, berjualan dan memulung, bahkan diantara mereka ada yang berjualan sampai malam hari. Hakekatnya persoalan mereka bukanlah pada kemiskinan belaka, melainkan juga dugaan adanya eksploitasi.

Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Polman, Rusman Toni, mengungkapkan pendapatnya mengenai eksploitasi anak, Menurut dia, eksploitasi adalah pemanfaatan untuk keuntungan diri sendiri, penghisapan, pendayagunaan, pemerasan atas diri orang lain hanya untuk kepentingan ekonomi semata dan tindakan tersebut merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

“Hal ini yang kami khawatirkan jika ada pihak tertentu yang memanfaatkan anak-anak ini untuk turun ke jalan,” terangnya.

Rusman berharap ada perhatian dari pihak terkait, sebab kondisi tersebut sudah sangat memprihatinkan. Sejauh ini, kata Rusman, pihaknya telah mengingatkan anak-anak ini untuk tidak turun ke jalan, apalagi usia mereka masih sangat belia yang seharusnya sekolah dan belajar. “Tapi masih saja ditemukan berkeliaran setiap hari,” singkatnya.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BP2KBP3A Polman, Arsani, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan adanya anak-anak yang meminta uang kepada pengunjung Alun-alun dengan cara kurang etis.

“Teman- teman sudah turun memantau, ada juga dari Dinas Sosial,” ujarnya, saat dikonfirmasi via telepon, Kamis 4 Maret.

Kendati demikian, sambung Arsani, anak-anak harus tetap diperhatikan baik. Sebab harus memposisikan diri sebagai orang dewasa dan belajar memahami kondisi psikologis anak.
“Walaupun mereka agak brutal kita sebagai orang tua harus memberikan kata yang santun dan enak untuk anak, karena namanya juga anak-anak,” jelasnya.

Menurut dia, lingkungan sangat memberi pengaruh terhadap pola tumbuh kembang anak. Olehnya, anak harus lebih banyak dipahami dan diperlakukan sebagaimana usianya.

“Jangan kita langsung melihat dari sisi bahwa anak ini nakal, mungkin ada kronologisnya, apa yang melatar belakanginya,” tuturnya.

Sebelumnya, salah satu anak berinisial RY yang seharinya-harinya memulung bersama sepupunya di seputaran Alun-alun Kota Polewali menceritakan bahwa dirinya memulung lantaran faktor ekonomi semata. “Mau apalagi ayah saya hanya buruh angkut pasir,” ucapnya. (ali/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *