Anggota SMSI Ditarget Sudah Terverifikasi Dewan Pers

  • Whatsapp
Anggota SMSI Ditarget Sudah Terverifikasi Dewan Pers
Sekprov Sulbar, Dr Muhammad Idris bersama Kepala Dinas Kominfopers Sulbar, Safaruddin Sanusi DM, Ketua SMSI Sulbar, Naskah M Nabhan dan pengurus SMSI Sulbar saat acara syukuran HUT SMSI ke-4 tahun, Selasa malam 9 Maret 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulbar Naskah M Nabhan mengajak kepada perusahaan pers agar melakukan kelengkapan berkas untuk proses verifikasi media di Dewan pers. Utamanya kepada anggota SMSI Sulbar.

Naskah menjelaskan, pengurus SMSI Sulbar terus mendorong seluruh anggota agar melakukan kelengkapan administrasi untuk proses verifikasi Dewan Pers. Hal ini sebagai upaya mewujudkan media yang profesional.

“Secara formal sudah layak untuk verifikasi Dewan Pers. Sebab semua media online yang tergabung dalam SMSI pemimpin redaksinya berkualifikasi wartawan utama,” kata Naskah di sela-sela syukuran HUT SMSI ke-4 tahun, Selasa malam 9 Maret 2021.

Lebih jauh Naskah menjelaskan, dorongan proses verifikasi Dewan Pers dilakukan agar kerjasama yang dibangun pemerintah daerah dengan media bisa berjalan lebih maksimal.

“Tentu beda pengelolaan media yang dijalankan dengan profesional dan media yang hanya sekadarnya saja dibuat. Itu yang menjadi dorongan kami,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Sekprov Sulbar Muhammad Idris mendorong agar perusahaan media di Sulbar bisa tumbuh dengan sehat. Pihaknya juga mendukung upaya media melakukan tugasnya secara profesional.

Selain itu, menurut perusahaan pers dewasa ini harus dikelola dengan penuh tanggungjawab dan profesional. Itu agar harapan publik untuk mengakses informasi bisa terpenuhi dengan baik.

“Sebab media menjadi salah satu pilar penting dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan bangsa. Jadi memang pengelolaanya harus dengan baik dan penuh tanggungjawab,” kata Idris.

Menurut Idris, jika pengelola media masih acuh tak acuh dengan konsep berbinis yang sehat. Maka secara alami media yang bersangkutan akan mati dan ditinggalkan pembaca.

“Sebab akan kalah dengan kondisi zaman yang sekarang serba terbuka. Belum lagi dampak lainya, akan menjadi noise dan bisa merusak tatanan. Olehnya kami harapkan SMSI di Sulbar menjadi jawaban atas semua tantangan media kedepan,” tandas Idris. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *