Aparat Amankan Nelayan Pelaku Bom Ikan

  • Whatsapp
Aparat Amankan Nelayan Pelaku Bom Ikan
Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Rubertus Roedjito, memberikan penjelasan kepada wartawan, Senin 15 Maret 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Polresta Mamuju berhasil meringkus 11 pelaku bom ikan yang beroperasi Pulau BalaBalakang Mamuju.

Saat ini seluruh pelaku mendekam di sel tahanan Mapolresta Mamuju. Mereka ditangkap karena melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Rubertus Roedjito, menjelaskan bahwa pelaku diketahui melakukan aksinya berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat. Sehingga Polairut melakukan patroli dan menangkap pelaku siang hari saat beroperasi. Pelaku terancam lima tahun penjara.

“Mereka ditangkap oleh personel Sat Polair saat melakukan patroli, saat ini sudah diamankan di Polresta Mamuju bersama dengan barang bukti,” kata Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Rubertus Roedjito, Senin 15 Maret 2021.

Ia menjelaskan, sebelas nelayan yang ditangkap berasal dari Tappalang Barat, dua diantaranya juragan kapal dan 9 anak buah kapal (ABK).

Mereka yakni LA (19) ABK, MH (19) ABK, AR (16) ABK, ID (16) ABK, HM (14) ABK, ED (14) ABK, RI (30) ABK, WY (21) juragan kapal, RU (38) ABK, BU (50) juragan kapal dan HJ (48) ABK.

“Mereka sudah diperiksa sebagai tersangka semua. Jadi mereka itu warga Tapalang Barat, tapi beroperasi di wilayah Balabalakang,” ucapnya.

Menurutnya, jenis bahan peledak yang digunakan para nelayan tersebut adalah amonium nitrat atau yang biasa disebut pupuk cantik.

“Mereka gunakan pupuk cantik, dulu namanya pupuk matahari, tapi tak jauh beda. Barang bukti itu jumlah sekitar 500 lebih bom ikan yang siap diledakkan, dirakit ke dalam botol,” ujarnya.

Saat ini, seluruh barang bukti yang disita telah diamankan di lokasi yang tidak membahayakan orang banyak. Barang bukti itu, disimpan di luar karena dikhawatirkan meledak. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Brimob untuk dilakukan pemusnahan.

“Pak Kapolres tak mau disimpan di Mapolresta karena bahaya. Itu tidak bisa terlalu kena panas bisa meledak, apalagi kalau sampai kena percikan api makanya harus dimusnahkan cepat,” jelasnya.

Barang bukti lain yang disita adalah satu ton ikan dan tiga unit kapal motor. Ikan itu sudah dilelang dan harganya dijadikan barang bukti. “Hanya sebahagian disimpan untuk dibawa ke labfor Makassar,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan di wilayah pesisir dan kepulauan agar ketika menangkap ikan menggunakan alat tangkap yang tidak merusak atau membahayakan lingkungan. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *