BNNP Sulbar-Polresta Mamuju, Amankan Warga Malaysia Terpidana Kasus Narkotika

  • Whatsapp
foto: IST
Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol. Sumirat Dwiyanto memberikan keterangan terkait penangkapan warga negara Malaysia terpidana kasus narkotika.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Terpidana kasus narkotika yang ditangani oleh BNNP Sulawesi Tengah dan sedang menjalani masa hukuman di Lapas Kelas 2 Petobo Palu Sulawesi Tengah
melarikan diri pada hari Sabtu 27 Maret 2021.

Berdasarkan Informasi dan data yang dikumpulkan diperkirakan pelaku akan menyeberang ke Kalimantan melalui pelabuhan Mamuju. Berdasarkan informasi tersebut, Tim Pemberantasan
BNNP Sulbar yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Sulbar dan Kabid Berantas serta bekerjasama dengan personel Opsnal Res Narkoba Polresta Mamuju langsung menindaklanjuti
informasi tersebut dengan melakukan pemetaan wilayah yang diduga akan dilalui terpidana melarikan diri.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto, terpidana berhasil ditangkap sekira jam 12.00 Wita dan dibawa ke BNNP Sulbar untuk dilakukan pemeriksaan dan
mencocokan data sesuai informasi yang diterima BNNP Sulbar.

“Jadi pada hari sabtu pukul 23.00 Wita kami menerima informasi mengenai adanya terpidana kasus narkotika yang diungkap oleh BNNP Sulawesi Tengah dan melarikan diri dari Lapas
Kelas II Petobo Palu yang diperkirakan akan melintasi wilayah Sulbar. Kemudian saya memerintahkan anggota melalui Kabid Pemberantasan untuk melakukan pemetaan dan pemantauan
di lapangan, dan syukur alhamdulillah dengan bekerjasama dengan personel Res Narkoba Polresta Mamuju tidak kurang dari 24 jam tanggal 28 Maret pukul 12.00 Wita tim berhasil
menangkap dan mengamankan terpidana tersebut di pelabuhan Mamuju diduga akan melarikan diri ke Malaysia melalui jalur Kalimantan,” terang Brigjen Sumirat.

Selanjutnya terpidana diamankan di Kantor BNNP Sulbar untuk diidentifikasi berdasarkan data informasi. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan rapid
antigen dengan hasil negatif.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Kanwil Hukum dan HAM Sulbar melalui Divisi Pemasyarakatan dan Rutan Mamuju serta berkoordinasi dengan Kanwil Kumham Sulawesi Tengah dan
Lapas Kelas II Petobo Palu,” imbuh Brigjen Sumirat.

Di tempat yang sama Kepala Lapas Kelas II Petobo Gamal Badri menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kerjasama luar biasa yang dilakukan oleh BNNP Sulbar dan
Polresta Mamuju.

“Dalam kesempatan ini tentunya kami menyampaikan banyak terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala BNNP Sulbar dan Kapolresta Mamuju yang sudah membantu kami
dalam upaya penangkapan terpidana yang melarikan diri dari Lapas Kelas II Petobo, kami menyampaikan pula ucapan terima kasih dari bapak Kakanwil Kumham Sulawesi Tengah kepada
Kepala BNNP Sulbar dan Bapak Kapolresta. Menyampaikan Terima kasih atas bantuan dan respon cepat dalam melakukan pencarian,” kata Gamal Badri.

“Kami akan segera membentuk tim untuk melakukan investigasi dan evaluasi sistem pengawasan narapidana,” imbuhnya.

Kalapas Palu juga menjelaskan bahwa terpidana menggunakan kesempatan melarikan diri ketika mendapatkan rujukan dari dokter lapas untuk melakukan perawatan rujukan atas
penyakit yang diderita oleh terpidana.

“Berdasarkan rujukan dari dokter lapas bahwa yang bersangkutan diberikan rujukan atas penyakit yang sedang diderita saat ini dan dilakukan perobatan di rumah sakit dan harus
keluar dari lapas dan dikawal oleh petugas lapas hanya saja yang bersangkutan menggunakan kesempatan tersebut untuk melarikan diri,” imbuhnya.

Pada Hari Senin 29 Maret 2021 telah dilakukan penyerahan kembali terpidana kasus narkotika yang melarikan diri kepada Kepala Lapas Kelas II Petobo Palu oleh Kepala BNNP Sulbar
disaksikan Kapolresta Mamuju dan perwakilan Kanwil Kemenkumham Sulawesi Barat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *