Data Rumah Rusak Masih Tunggu Assessment

  • Whatsapp
Data Rumah Rusak Masih Tunggu Assessment
Salah satu rumah warga di Jalan Pababari rusak parah akibat gempa pada 15 Januari lalu. (Foto: DOK)

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kabupaten Mamuju telah merampungkan data rumah rusak sebanyak 22 ribu rumah. Pendataan rumah rusak juga telah ditutup.

Data yang diterima Disperkimta Mamuju dalam dua tahap itu bisa saja berubah setelah proses verifikasi lapangan dilakukan. Selanjutnya, tinggal menunggu verifikasi lapangan oleh tim assessment.

Kepala Disperkimta Mamuju, Muhammad Syahrir menjelaskan, ditutupnya proses pendataan rumah rusak dilakukan karena memasuki batas waktu yang diberikan.

“Sudah ditutup sejak tanggal 10 Maret. Saat ini yang kami layani hanya warga yang mau menyesuaikan alamat, nomor KK atau nama yang kurang lengkap, itu diperbaiki,” kata Syahrir, saat dikonfirmasi, Rabu 17 Maret.

Ia menambahkan, pihaknya tidak mengetahui apakah nantinya, masih ada proses pendataan tahap ketiga jika misalnya ada warga yang belum terdata. Semua keputusan tersebut merupakan wewenang dari Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB).

“Tahap berikutnya, kami tunggu saja dari BNPB. Kalau pusat bilang bisa buka tahap tiga, kami buka. Sudah cukup lama ini karena tidak bisa final ini kalau terus dibuka,” ujarnya.

Sekretaris Disperkimta Mamuju, Jufri Badau menyebutkan, tahap pertama sekitar 9.719 rumah rusak dengan rincian, rusak berat 1.501 unit, rusak sedang 3.487 unit dan rusak ringan 4.731 unit. Sedangkan tahap dua sekira ada 13 ribu rumah yang terdata. Rinciannya masih sementara disusun.

“Selanjutnya bakal ada tim yang dibentuk terdiri dari Disperkimta Mamuju, Dinas PUPR Mamuju dan BPBD Mamuju, tim teknis yang bakal melakukan assessment untuk memverifikasi kerusakan rumah masing-masing,” jelas Jufri.

Sehingga, lanjutnya, data yang suda ada kemungkinan bisa berubah setelah penilaian atau verifikasi lapangan dilakukan di setiap rumah terdata.

“Saat ini pendataan resmi ditutup, saya sudah instruksikan operator tidak lagi menerima berkas,” ungkapnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *