DTH Menunggu Hasil Verifikasi

  • Whatsapp
DTH Menunggu Hasil Verifikasi
Kepala BPBD Mamuju, Muh Ali Rachman, saat dilakukan wawancara di sela-sela acara vaksinasi di rujab Bupati Mamuju, Kamis 25 Maret 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi meminta kepada masyarakat agar bersabar menunggu hasil pendataan rampung. Setelah itu, Dana Tunggu Hunian (DYH) baru bisa disalurkan.

Kata dia DTH tersebut sebagai pengganti ditiadakannya Hunian Sementara (Huntara) untuk para korban gempa bumi Sulbar, yang terjadi pada 15 Januari lalu.

Sutinah Suhardi, menyatakan dana tersebut telah ditransfer dari pusat, dana itu juga masih tersimpan di rekening Pemkab Mamuju sebesar Rp2 miliar. Hanya saja untuk penyalurannya kepada penyintas, pihak BPBD harus menyelesaikan proses administrasi pendataan.

“Saya meminta kepada kepala BPBD segera melengkapi administrasinya, biar segera disalurkan kepada masyarakat, karena itu akan diverifikasi lagi jangan sampai salah sasaran,” kata Sutinah, Kamis 25 Maret 2021.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar bisa bersabar menunggu seluruh proses selesai. Ia juga menekankan kepada Kepala BPBD agar penerima nantinya sesuai data dan layak untuk dibantu.

Sementara Kepala BPBD Mamuju, Muh Ali Rachman, saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa DTH untuk transferan awal dari pemerintah pusat sudah masuk di kas daerah sebesar Rp2 miliar. Dana itu akan disalurkan kepada penerima yang terdampak gempa Rp500 ribu per kepala keluarga selama enam bulan.

“Betul kami sudah menerima tranferan awal sebesar Rp 2 M untuk dana tunggu hunian, setiap kepada keluar akan menerima ganti sewa istilahnya sebesar Rp 500 ribu per bulan, sebenarnya ini untuk enam bulan, tapi untuk awalnya kami baru terima Rp2 miliar untuk tiga bulan,” ucap Ali Rachman.

Belum dicairkan, kata Ali Rachman, karena masih dilakukan verifikasi data penerima, sebab yang akan menerima hanya korban yang rumahnya rusak berat.

“Besok (Hari ini, red) dan Sabtu, kami akan melakukan bimbingan untuk tim teknis lapangan yang akan melakukan verifikasi, memastikan apa betul data by name by adress rumah rusak berat valid atau tidak,” ujarnya.

Dikatakan, data yang masuk dari hasil review APIP BNPB, jumlah penerima sebanyak 1,501 kepala keluarga (KK). Namun data tersebut akan diperjelas kembali oleh tim teknis BPBD Mamuju.

“Setelah itu, kami akan meminta masing-masing penerima untuk menyiapkan rekening di BRI, karena kita tahu hanya Bank BRI yang banyak tersebar di kecamatan, karena tidak dapat disalurkan secara tunia, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Dia menargetkan, dua sampai tiga minggu kedepan DTH tersebut sudah tersalurkan kepada warga penerima, apalagi BRI sendiri sudah siap mempermudah.

“Jadi saya sampaikan kembali, Rp 2 miliar ini baru transferan awal dan ini belum cukup, karena sebenarnya totalnya Rp4 miliar lebih untuk 1,501 penerima, karena perintahnya untuk maksimalkan tiga bulan dulu, tapi hasil konfirmasi kami ke BNPB segera akan menuntaskan,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *