Ekspor Briket Dongkrak Perekonomian Sulbar

  • Whatsapp
Ekspor Briket Dongkrak Perekonomian Sulbar
Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar saat meninjau usaha briket tempurung kelapa di Polewali Mandar.

POLEWALI, SULBAREXPRESS.CO.ID – Belum diketahui kapan pandemi akan berakhir, tidak menyurutkan semangat para pelaku usaha di Sulbar untuk tetap bangkit dan menembus pasar ekspor.

Salah satunya seperti pemuda asal Desa Parappe, Kecamatan Campalagian Polewali Mandar, Sudirman Abu yang merupakan pengusaha briket tempurung kelapa.

Meski pendidikan Sudirman hanya sampai tingkat sekolah dasar, namun ia saat ini mempekerjakan sebanyak 217 karyawan.

Usahanya mampu menembus pasar di tiga negara yang menjadi tujuan ekspornya yaitu, Jordania, Arab dan Mesir.

Sudirman Abu mengatakan, usaha yang dilakoni tersebut bergerak di bidang pabrik briket untuk rokok Shisha, dimana per harinya bisa memproduksi sebanyak 10 ton Shisha.

Namun, karena peralatan yang masih minim, sehingga dalam per harinya ia hanya mampu memproduksi briket sebanyak empat ton.

“Produksi pabrik kami bisa mencapai 10 ton per hari, namun dikarenakan beberapa kendala termasuk peralatan oven yang masih kurang, maka perharinya hanya mampu memproduksi empat ton saja. Kalau kita sudah tambah open sekitar tujuh unit, maka kita sudah bisa memproduksi 10 ton per harinya dan satu bulannya bisa mencapai 300 ton. Dan kendala kami ada pada peralatan oven yang sudah full. Dan ini yang kami harapkan adanya bantuan dari pemerintah, sehingga bisa lebih berkembang,” kata Sudirman, Rabu 24 Maret 2021.

Ia juga menyebutkan, saat ini Dubai dan Turki juga melakukan permintaan, namun kapasitas pabrik kecil sehingga belum bisa memenuhi permintaan mereka.

Dijelaskan, dalam proses produksi bahan bakar yang digunakan berasal dari kayu limbah yang sudah tidak terpakai ditambah dengan sabut kelapa.

Sebagi bentuk dukungan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar berkunjung ke CV Hikmah Surabaya Arang unruk melihat langsung aktivitas dan pengolahan briket tempurung kelapa.

Ali Baal Masdar, menyampaikan kebanggaan tersendiri, khususnya di daerah Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, terdapat pabrik briket yang mampu mengolah limbah dari tempurung kelapa menjadi suatu produk yang sangat dibutuhkan di luar negeri.

Salah satunya untuk komponen rokok Sisha dan juga bahan pembakaran untuk memanggang makanan.

“Usaha yang bergerak sejak 2017 tersebut harus terus dibina dan dikembangkan, apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak turunnya perekonomian di berbagai daerah. Dengan adanya pabrik briket pengolahan tempurung kelapa ini diharapkan mampu mengangkat perekonomian Sulbar untuk lebih maju, begitu juga dari segi serapan tenaga kerja sehingga jumlah pengangguran dan kemiskinan dapat berkurang. Inilah yang harus terus kita dorong dan bina,” kata Ali Baal.

Untuk itu, ia pun menghimbau kepada pelaku UMKM agar kegiatan ekspor hasil produksi dari pabrik tersebut harus segera dijemput dan dimaksimalkan sesegera mungkin sebelum daerah lain melakukan hal yang sama.

“Kita harus pandai mencari. Adapun kendala-kendala yang dialami oleh pabrik briket itu, semoga secepatya ada bantuan dari pemerintah pusat sehingga bisa lebih maksimal,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *