Ekspor Komoditas Pertanian, Karantina Siap Bantu Pengusaha  

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Drh Agus Karyono menyampaikan sambutan di sela-sela pelaksanaan media gathering, Rabu 24 Maret 2021.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Karantina Pertanian Mamuju berupaya membangkitkan semangat produksi petani dalam rangka mendorong peningkatan ekspor di Sulawesi Barat.

Kepala Kerantina Mamuju, Drh Agus Karyono mengatakan pihaknya mulai bergerak melalui program GRATIEKS (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor). Itu merupakan program unggulan Kementerian Pertanian yang diharapkan mampu mendorong ekonomi nasional dan kesejahteraan bagi para petani.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, hal yang sama juga terjadi dengan Sulbar, capaian ekspor komoditas pertanian Januari hingga Februari 2021 mengalami peningkatan sebesar 77 persen dibandingkan tahun 2020. Hal ini disebabkan karena meningkatnya permintaan negara tujuan dan terkendalinya pandemi Covid-19.

Peningkatan ekspor ini merupakan hasil kerjasama yang sinergi antara stakeholder Karantina Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Perindag, Bea Cukai dan instansi terkait.

Agus Karyono, memaparkan, selain komoditas turunan sawit, Karantina Pertanian Mamuju juga mendorong ragam komoditas lainnya. Seperti pisang dimana mampu menghasilkan 1.500 kg.

“Beberapa komoditas pertanian asal Sulbar yang memiliki potensi ekspor diantaranya pisang kepok, sarang burung walet, briket kelapa, kopi dan kakao. Selama ini komoditas tersebut baru dikirim antar pulau ke luar Sulbar,” kata Agus, Rabu 24 Maret 2021.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Karantina Pertanian menjamin komoditas yang diekspor dalam kondisi sehat, tidak membawa penyakit dan sesuai dengan permintaan negara tujuan.

“Semoga dengan bertambahnya ragam komoditas ekspor diharapkan mampu menambah devisa negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

“Berdasarkan data sistem otomatisasi (IQFAST) Badan Karantina Pertanian tahun 2020, kegiatan ekspor komoditas pertanian di Sulawesi Barat didominasi oleh turunan kelapa sawit yaitu RBD Palm Olein dan RBD Palm Stearin sebanyak 24 ribu ton dengan nilai ekonomis mencapai Rp235 miliar,” ujarnya.

Sedangkan pada tahun 2021 meningkat sebanyak 42,5 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp535,8 miliar tujuan Tiongkok.

Sehingga pihaknya siap melakukan pendampingan bagi para pelaku usaha khususnya pada sektor pertanian yang akan melakukan ekspor.

Sebelumnya Kepala Badan Karantina Pertanian Pusat, Ali Jamil menerangkan sejalan dengan upaya peningkatan ekspor pertanian melalui program GRATIEKS yang digagas oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

“Peningkatan volume, frekuensi dan ragam menjadi fokus Karantina, semangat Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) akan terus kami dorong,” ujarnya.

“Harapannya tentu juga akan memberi nilai tambah dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *