Forest Programme IV Berkah Bagi Sulawesi Barat

  • Whatsapp
Forest Programme IV Berkah Bagi Sulawesi Barat
Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar, mengikuti pembukaan Kick Off Meeting Forest Programme (FP) IV, Selasa 30 Maret 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar, mengikuti pembukaan Kick Off Meeting Forest Programme (FP) IV melalui Video Conference di rujab Wakil Gubernur Sulbar, Selasa 30 Maret 2021.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar, mengatakan Forest Programme (FP) IV merupakan berkah bagi Sulawesi Barat.

“Program FP IV merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Jerman bidang kehutanan khususnya untuk Taman Nasional Gandang Dewata dan DAS Mamasa, dimana program tersebut merupakan berkah Sulawesi Barat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dibidang lingkungan hidup,” kata Enny.

Enny juga mengungkapkan, apresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terhadap program FP IV yang akan berjalan selama tujuh tahun untuk mempertahankan dan memulihkan DAS Kabupaten Mamasa, serta pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata secara lestari, diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat Sulbar khususnya di Kabupaten Mamasa.

“Program rehabilitasi dan konservasi hutan dengan menerapkan pendekatan pengelolaan DAS secara terpadu melalui FP IV kiranya dapat meminimalisir kerusakan hutan, mempertahankan flora dan fauna, serta keanekaragaman hayati. Dimana hal-hal tersebut sangat mempengaruhi kuantitas dan kualitas air dalam pengoperasian PLTA Bakarru,” imbuh Enny.

Dirjen Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian lingkungan Hidup, Basar Manullang, mengharapkan kerjasama yang terjalin selama ini semakin ditingkatkan antara Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan yang terdapat kehangatan didalamnya yang menjadikan kedua daerah ini sangat solid. Sehingga tidak menimbulkan problem di lapangan.

“Mudah-mudahan, seluruh stakeholder yang terkait dapat memberikan warna yang tajam selama tujuh tahun projek ini akan berjalan hingga tuntas. Untuk itu, tolong hal ini betul-betul dijaga, dengan langkah-langkah aspek kelembagaan yang mempersiapkan secara automatis mengelola sumberdaya alam ketika projek ini telah rampung,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *