Gugus Assamalewuang Bimtek Pengelolaan Dana BOS

  • Whatsapp
Gugus Assamalewuang Bimtek Pengelolaan Dana BOS
BIMTEK. Para Kepala dan Guru kelas se-gugus Assamalewuang Kecamatan Banggae jajaran Disdikpora Majene menggelar Bimtek Pengelola BOS, di Aula SDN 26 Pakkola, Selasa 30 Maret 2021.
MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID – Para Kepala dan Guru kelas se-gugus Assamalewuang Kecamatan Banggae jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Majene menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelola Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).
Bimtek pengelolaan dana BOS yang dilaksanakan selama dua hari dimulai pada Selasa 30 sampai Rabu 31 Maret ini, sebagai upaya mewujudkan peningkatan kualitas pengelola dana BOS yang efektif, efesien, transparan dan akuntabel.
“Ini sesuai Permendikbud nomor 6 Tahun 2021 Tentang Juknis Pengelolaan Dana Bos Regular, di mana juknis BOS Reguler SD dan SMP Tahun 2021, dinyatakan dalam Besaran Alokasi Dana BOS Reguler dihitung berdasarkan besaran satuan biaya masing-masing daerah dikalikan dengan jumlah peserta didik,” terang Nurdin Karim Ketua Gugus Assamalewuang, di Aula SDN 26 Pakkola.
Dihadapan para operator dan bendahara BOS se-gugus Assamalewuang, Nurdin Karim yang juga Kepala SDN 26 Pakkola ini mengemukakan, bimtek merupakan peningkatan kapasitas dan kualitas pengelolaan dana BOS dapat dicapai apabila tim managemen sekolah mengerti, memahami, melaksanakan semua regulasi tentang tata kelola dana BOS.
“Untuk pematerinya adalah pengawas sekolah dihadiri para komite sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan pengelola BOS bisa lebih meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dan pelaporan BOS sesuai dengan regulasi terbaru dari Kemdikbud,” ujar mantan Kepala SDN 14 Baruga itu.
Ia mengajak, seluruh operator dan bendahara BOS se-gugus Assamalewuang yang mengikuti bimtek nantinya dalam pelaksanaan pengelolaan dana BOS dapat lebih baik dan benar dalam perencanaan atau penganggaran.
“Dalam pembelanjaan atau pelaksanaan dan pelaporan mampu memberikan dampak bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan output dan outcame siswa,” pungkasnya.(hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *