Harga TBS Tembus Rp1.837,96

  • Whatsapp
Harga TBS Tembus Rp1.837,96
Pekerja kebun tampak melakukan penimbangan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit untuk bulan April 2021 sebesar Rp1837,96.

Penetapan harga tersebut berdasarkan kesepakatan yang dilakukan bersama Asisten II Pemprov Sulbar, Junda Maulana, Kadis Perkebunan Sulbar Abdul Waris Bestari dan perwakilan kelompok tani yang tergabung dalam Apkasindo (Asosiasi Petani Kelapa Sawit), di salah satu hotel di Mamuju, Kamis 18 Maret 2021.

Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Abdul Waris Bestari menjelaskan bahwa pihaknya telah menyepakati harga TBS untuk bulan April sebesar Rp1837,96 per kilogram dengan tahun tanam rata-rata 10 hingga 20 tahun. Sementara itu Indeks sebesar “K” 83 persen, harga rata-rata CPO dengan harga Rp9.105,00, harga rata-rata penjualan inti sawit Rp5.042,00.

Namun ia kecewa, lantaran penetapan itu tidak dihadiri satupun perwakilan perusahaan kelapa sawit di Sulbar.

Meski begitu penetapan tetap dilakukan, lantaran masih ada beberapa perusahaan yang mengirim data harga yang diserahkan ke Dinas Perkebunan Sulbar.

Sementara itu, Asisten II Pemprov Sulbar, Junda Maulana mengatakan kedepan perlu ada SOP (Standar Operasional Prosedur) sehingga dalam penetapan TBS tidak lagi terlalu ribet.

“Jadi kewajiban perusahaan sesuai dengan Permentan di Pasal 17 itu yang mengatakan bahwa harus ada data invoice dan lainnya itu masuk H-5 jika sampai waktu yang ditentukan belum masuk maka dilakukan penyuratan tertulis pertama, jika sampai H-3 belum masuk dilakukan kembali penyuratan yang ke-2, jika sampai tidak masuk maka kewajiban pemerintah untuk menetapkan tanpa melalui data dan menetapkan harga rata-rata TBM,” jelasnya.

Sehingga dengan begitu, apabila kedepan masih ada perusahaan yang tidak hadir, maka secara otomatis perusahaan dianggap sepakat dengan hasil yang ditetapkan.

“Sehingga setiap bulan bisa enak melakukan penetapan,” tandasnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya tidak mau setiap bulanya disibukkan dengan penetapan harga. Padahal sesungguhnya yang harus dipikirkan bagaimana kontribusi perkebunan dalam mensejahterakan masyarakat. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *