HHI Buat Pembelajaran Alternatif

  • Whatsapp
HHI Buat Pembelajaran Alternatif
MENGAJAR. Herman Haeruddin Ketua HHI Majene, sedang mengajar sejumlah murid sekolah di tengah Pandemi Covid-19, Kamis 25 Maret 2021.
MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID – Menyikapi Pandemi Covid-19 yang saat ini masih dihadapi, membuat kondisi semakin memprihatinkan terhadap dunia pendidikan di daerah ini.
Penyebaran virus yang menyebabkan lebih dari satu tahun siswa tidak bisa masuk sekolah ditambah lagi dengan musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 di wilyah Sulbar bagian Majene dan Mamuju belum lama ini.
Kedua musibah ini, tentunya orang tua semakin bimbang dan khawatir atas nasib masa depan anak-anaknya. Sehingga dinilai tidak berarti jika siswa naik kelas dan lulus ujian tetapi otaknya kosong karena tidak maksimal belajar.
Menanggapi hal ini, Pemerhati Pendidikan yang terhimpun dalam Lembaga Hijau Hitam Institute (HHI) Herman Haeruddin yang memiliki visi misi Memajukan Pendidikan dan Mengembangkan Nilai-nilai Budaya serta tanggap terhadap perubahan zaman dan mengadakan sekolah Alternatif yang disebut Privat Learning dengan mendatangi rumah siswa untuk memberikan proses pembelajaran di rumahnya secara tatap muka dengan jumlah siswa yang terbatas.
“Dalam satu kelas hanya berjumlah 5 orang, tidak boleh melebihi dari itu, dengan tetap menjaga protokoler kesehatan yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan sebelum memulai pembelajaran,” tutur Herman Haeruddin Ketua HHI Majene, Kamis 25 Maret.
Ia menuturkan, kegiatan proses belajar mengajar di rumah siswa berjalan secara suka rela dan tidak mengharapkan insentif dan tidak memiliki fasilitas. “Kerja- kerja ini adalah lahir dari hati nurani sendiri,” terang Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Majene itu.
Ia mengungkapkan, jika bekerja secara ikhlas pasti Tuhan akan membayar secara tuntas. “Kami terus menggalang siswa-siswi agar kembali semangat belajar. Ketakutan terhadap Corona jangan terlalu berlebihan sehingga menghalangi proses belajar,” pesannya.
Dosen Stit Al-Chaeriyah Mamuju ini berharap, agar penyebaran Pandemi Covid-19 secepatnya berakhir agar kegiatan proses belajar mengajar kembali sediakala. “Jiwa harus tetap semangat belajar, tidak boleh kendor sebab siswa adalah martir peradaban sebagai penerus pembangunan bangsa,” paparnya.(hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *