Langgar Perda, Satpol PP Turunkan Puluhan Baliho

  • Whatsapp
Langgar Perda, Satpol PP Turunkan Puluhan Baliho
Personel Satpol-PP Polman menurunkan baliho.

POLEWALI, SULBAREXPRESS.CO.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Polman menurunkan puluhan baliho di sejumlah titik tertentu di wilayah Polman. Baliho tersebut diturunkan karena dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda), Senin 15 Maret.

Puluhan baliho yang diturunkan, mayoritas milik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hal itu justru menunai kontroversi lantaran baliho Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar bersama istri yang mengucapkan selamat hari jadi Polman ke-61 tidak diturunkan, padahal hanya berjarak beberapa meter dari lokasi baliho PKB yang diturunkan.

Ketua DPC PKB Polman, Amiruddin, merasa kecewa atas penurunan baliho PKB tersebut. Kata dia, mestinya Satpol-PP menginformasikan lebih dulu sebelum melakukan pembongkaran.

“Sekitar 20 baliho milik PKB diturunkan. Saya akan meminta kepada anggota komisi 1 DPRD, khususnya fraksi PKB, segera melakukan langkah sesuai kewenangannya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC PKB Polman, Abdul Rahman juga mengungkapkan kekesalannya. Ia merasa kecewa lantaran menilai tidak ada keadilan dalam penertiban baliho.

“Ada baliho yang diturunkan dan ada yang tidak. Seharusnya sapu rata, baliho siapapun harus diturunkan,” jelasnya.

Sebab itu, sambung Abdul Rahman, pihaknya akan mencari tahu apakah memang penurunan baliho itu merupakan perintah atau sabotase. “Kalau sabotase kami akan menyurat ke yang bersangkutan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Satpol-PP Polman, Aco Djalaluddin saat dikonfirmasi mengatakan baliho Bupati Polman tidak diturunkan karena masih berada di area rumah jabatan (Rujab).

“Baliho itu daerahnya rujab, kalau area lapangan Pancasila memang dilarang karena ada Perda Nomor 1 tahun 2010 untuk ketertiban umum,” tuturnya.

Meski demikian, Aco membantah bila dikatakan tidak adil menurunkan baliho. Sebab pihaknya juga menurunkan baliho Bupati Polman di persimpangan lampu merah lapangan Pancasila.

“Tidak berani saya kalau tidak ada aturannya, apalagi sudah lewat batas waktu pemasangan,” ucapnya. (ali/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *