Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak, Desa Taan jadi Pilihan Pertama

  • Whatsapp
Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak, Desa Taan jadi Pilihan Pertama
Bupati Mamuju St Sutinah Suhardi bersama Ketua TP-PKK Sulbar Andi Ruskati memukul kentongan tanda peresmian Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak di Desa Taan, Kecamatan Tapalang.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemkab Mamuju mengaku bangga karena Desa Taan, Kecamatan Tapalang terpilih sebagai desa layanan perlindungan perempuan dan anak. Hal ini ditandai dengan launching yang dilaksanakan di Taan, Minggu 7 Maret lalu.

Layanan perlindungan perempuan dan anak di Desa Taan dimotori oleh Yayasan Swadaya Masyarakat (YASMIB) dan Yappika Actionaid. Hadir dalam kegiatan launching Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi bersama ketua tim penggerak PKK Provinsi Sulawesi barat Ruskati Ali baal, layanan ini akan melibatkan masyarakat dalam penanganan sejumlah persoalan perempuan dan anak.

Terpilihnya Desa Taan sebagai desa pertama yang akan memulai layanan ini membuat Bupati Mamuju memberi pujian kepada desa yang dipimpin Rahmat Kasim sebagai kepala desa.

Ia menilai kesungguhan aparat desa dan kebersamaan masyarakat telah mampu membangun sinergi dengan lembaga non pemerintah dan mampu menghadirkan data yang dibutuhkan dalam upaya menghadirkan layanan tersebut.

Pimpinan daerah yang baru saja merayakan ulang tahun ke-37 tahun ini berharap, dengan adanya layanan perlindungan perempuan dan anak dapat menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Mamuju.

Senada, Ruskati Ali Baal juga sangat optimis layanan perlindungan perempuan dan anak akan bejalan baik di Mamuju, terlebih saat ini Bupati Mamuju adalah seorang perempuan.

“Jadi kita harus bangga punya bupati perempuan pertama di Mamuju dan pasti persoalan perempuan dan anak juga pasti lebih diperhatikan,” kata legislator DPR RI dan juga istri Gubernur Sulbar ini.

Sebelumnya, Rosmiati Azis selaku Direktur Eksekutif YASMIB berharap kegiatan tersebut dapat berkelenjutan karena masih cukup banyak tantangan yang dihadapi sekaitan persoalan perempuan dan anak. Seperti stunting, pernikahan anak, kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Namun ia menggaris bawahi perlu kerjasama dari semua pihak agar layanan ini dapat dimaksimalkan.

Kepala desa Taan Rahmat kasim yang dikonfirmasi usai acara mengaku, dipilihnya Desa Taan sebagai lokus pertama pelaksanaan layanan ini tidak terlepas dari keberhasilan membangun komunikasi dari semua pihak, termasuk kepada pihak eksternal pemerintah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *