Laznas Al-Irsyad Serahkan 33 Unit Rumah, Jadi Penyemangat Warga Botteng

  • Whatsapp
Laznas Al-Irsyad Serahkan 33 Unit Rumah, Jadi Penyemangat Warga Botteng
Proses peresmian dan penyerahan 33 unit bantuan rumah bagi korban gempa dari Laznas Al-Irsyad, Selasa 30 Maret 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Desa Botteng merupakan salah satu daerah yang terdampak bencana gempa Mamuju menjadi perhatian beberapa NGO, salah satunya Laznas Al-Irsyad Al-Islamiyah, yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, sosial dan kemanusiaan.

Laznas Al-Irsyad meresmikan dan menyerahkan 33 unit bantuan rumah bagi korban terdampak, 32 di Desa Botteng dan 1 di Kelurahan Simboro, Selasa 30 Maret. Terdiri dari 29 rumah baru dan 4 rumah yang direhab.

“Kebanggaan dan kesyukuran kami karena Yayasan Al-Irsyad hadir di Desa Botteng yang memberikan harapan-harapan besar bagi kami,” kata Penjabat Kepala Desa Botteng, Dirham.

Acara peresmian sekaligus serah terima Banua Al-Irsyad ini, dihadiri oleh Asisten II Bidang Pembangunan, Hasnawati Syam, didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Syahrir dan Camat Simboro, Abdul Syahid Pattoeng Hadir juga Ketua Al-Irsyad Mamuju, Suhardi dan Direktur Laznas Al-Irsyad, Hidayat, yang hadir melalui saluran video conference.

Hasnawati menyampaikan ungkapan terima kasih dari Bupati Mamuju kepada Yayasan Al-Irsyad dan para donatur. Hasnawati juga mengatakan bahwa selain bantuan dari Lembaga Mitra, pemerintah saat ini tengah menyusun program pembangunan penanganan bencana gempa bumi yang beberapa waktu lalu telah dirumuskan dalam musrenbang, sebagai bentuk perhatian pemerintah dan perwujudan visi misi bupati dan wakil bupati dahulu.

Di sela acara, anak-anak Desa Botteng menampilkan teater rekonstruksi kejadian gempa 6,2 SR dengan diselingi puisi yang mengungkapkan kepedihan mereka akibat gempa sekaligus memotivasi diri mereka agar tidak terpuruk dan harus berupaya berdiri sendiri pasca musibah yang mereka alami.

“Kami generasi Mamuju tahu, kami akan bangkit! Karena tangan dan kaki kami adalah senjata kami!” pungkas anak-anak Desa Botteng. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *