Majene Masih Penuh Keterbatasan

  • Whatsapp
Majene Masih Penuh Keterbatasan
BIMTEK. Bupati Majene Lukman menutup bimtek LPPD bekerja sama Kemendagri, di Ball Room Makassar Golden Hotel, Selasa malam 16 Maret 2021.
MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID– Bupati Majene Lukman menutup kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) Penyusunan dan Evaluasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Kabupaten Majene setelah berjalan sejak Senin 15 hingga Selasa malam 16 Maret 2021, di Ball Room Makassar Golden Hotel.
Rangkaian bimtek LPPD bekerjasama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diselenggarakan secara marathon dan ditutup secara resmi setelah materi pamungkas yang paparkan Dr. Conrita Ermanto dengan judul materi Panduan Umum Penyusunan LPPD 2020.
Bupati Majene Lukman mengaku, terus melakukan pemantauan aktivitas peserta selama bimtek LPPD berjalan. “Para peserta mengikuti secara baik dan tentunya kita punya harapan yang sama untuk membangun daerah dan daerah kita sendiri,” harapnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Majene ini meyakini akan melekat secara individu yang dimiliki para peserta melalui bimtek. “Saat ini akan menjadi bekal untuk hari esok, bila saat ini peserta masih pada posisi Kasubag atau Sekretaris tetapi esok bisa saja menduduki jabatan yang lebih tinggi. Artinya ilmu yang didapatkan dalam bimtek LPPD tidak akan sia-sia, karena pesertalah yang akan membawa Majene kedepan lebih baik,” ujarnya.
Lebih jauh Lukman mengungkapkan, bahwa diakhir jabatannya sebagai Bupati Majene, telah menitipkan Majene kepada semua peserta. “Daerah kita penuh dengan keterbatasan, Majene masih tergantung kepada DAU, karena kemampuan PAD masih sangat terbatas, namun kita jangan mau kalah dengan Kabupaten lain yang mempunyai APBD dan PAD yang besar, inilah yang dirasakan pihak Bapenda bagaimana caranya agar dapat meningkatkan PAD,” pesannya.
Ia mengajak, kepada para peserta untuk tetap sabar dan menerima kenyataan ini. “Ini bukan berarti kita apatis ataupun patah semangat, namun mari kita yakinkan bahwa Majene sebagai Kota Pelayanan Pendidikan, jika saatnya mampu berdiri tegak dan dapat bersaing bahkan dapat mengalahkan Kabupaten lain yang pendapatannya lebih besar. Kita harus punya andalan bahwa skill individu para penyelenggara Pemkab Majene cukup unggul dan mumpuni, inilah yang harus menjadi andalan utama kita, dan ketika dalam LPPD ini kita dapat menorehkan prestasi dan ada hasil terbaik yang kita raih, maka tidak tertutup kemungkinan Majene bisa masuk sepuluh besar, dan bila itu tercapai maka Dana Insentif Daerah (DID) akan kita dapatkan juga,” bebernya.
Lukman mengharapkan, Pemkab Majene terus berupaya, agar DID dapat masuk ke Majene, karena akan menjadi penambah dalam pendapatan daerah untuk membangun Kabupaten Majene.
“Saya harapkan semua tetap semangat, karena para perencana ini mempunyai beban dan tanggung jawab yang luar biasa, bahkan menjadi motor penggerak bagimana Majene kedepannya. Terima kasih kepada semua yang telah berperan dalam kegiatan ini, kepada Bagian Tata Pemerintahan, Narasumber dan semua peserta,” ucapnya.
Hadir dalam penutupan bimtek LPPD,  Analis Data dan Informasi pada Subdit Dukungan Teknis dan Dokumentasi Direktorat EKPKD Dr. Conrita Ermanto, Kabag Tapem dan Kabag Prokompim, para Sekretaris OPD serta para peserta bimtek.(hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *