Pelajari Potensi Ancaman Wilayah Udara, Tujuh Instansi Menjadi Sasaran Kuliah Kerja

  • Whatsapp
Pelajari Potensi Ancaman Wilayah Udara, Tujuh Instansi Menjadi Sasaran Kuliah Kerja

LEMBANG- Menjadi sebuah kesempatan berharga bagi Perwira Siswa (Pasis) melaksanakan kuliah kerja dalam rangka mempelajari berbagai potensi ancaman yang mungkin terjadi terhadap wilayah yuridiksi nasional melalui media udara, secara khusus di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

Hal tersebut disampaikan Danseskoau Marsda TNI Samsul Rizal, S.I.P., M.Tr (Han)., mengawali sambutannya saat mendampingi Kuliah Kerja Manajemen (KKM) Pasis Seskoau Angkatan Ke-58 dan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Sesau Angkatan Ke-15 TP 2021 di gedung Leo Wattimena, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), Halim Perdanakusuma, Jakarta,  Selasa (23/3/2021).

Lebih lanjut disampaikan “Sesuai dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, Indonesia memiliki tiga ALKI dan beberapa choke point strategis bagi kepentingan global seperti Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar. Untuk itu pengamanan ALKI serta seluruh choke point menjadi agenda strategis bagi kepentingan nasional yang tidak hanya mencakup daratan dan lautan, tetapi juga ruang udara di wilayah tersebut”, terangnya.

Terkait hal tersebut berdasarkan Pasal 1 Konvensi Chicago tahun 1944 menjelaskan bahwa setiap Negara berhak untuk memanfaatkan dan mengatur ruang udara masing-masing, yang tertuang dalam Pasal 5 UU No. 1 tahun 2009 tentang penerbangan yang berbunyi “Negara Kesatuan Republik Indonesia berdaulat penuh dan eksekutif atas wilayah udara Republik Indonesia”.

“Namun demikian, pelanggaran wilayah udara nasional masih kerap terjadi yang dilakukan pesawat udara Negara lain,” jelasnya.

Untuk itu, bertemakan “Antisipasi Ancaman Udara di Wilayah ALKI I Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia”, kuliah kerja yang diikuti sebanyak 177 Pasis baik secara daring sebanyak 82 Pasis maupun tatap muka sebanyak 95 Pasis dengan mematuhi protokol kesehatan, mengunjungi tujuh instansi TNI untuk mempelajari upaya-upaya yang dilakukan dalam mengantisipasi ancaman udara tersebut. Rencananya selama empat hari kedepan (23-26 Maret), ketujuh instansi yang akan dikunjungi yaitu Kohanudnas, Kosekhanudnas I, Koopsau I,  Lanud Halim Perdanakusuma, Sopsau, Dispamsanau, dan Koarmada I.

Data dan informasi yang diperoleh nanti, kata Danseskoau, akan dipergunakan para Pasis sebagai bahan pembuatan naskah seminar yang kemudian akan dipaparkan pada bulan April mendatang.

Pada kesempatan itu, Pangkohanudnas Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga, M.M., menyambut baik kedatangan Danseskoau beserta Pasis Seskoau Angkatan Ke-58 dan Sesau Angkatan Ke-15 serta menjadikan Kohanudnas sebagai tujuan kuliah kerja untuk mendapatkan data dan informasi terkini mengenai pertahanan keamanan wilayah udara nasional.

Dijelaskan bahwa Kohanudnas bertugas menyelenggarakan upaya pertahanan keamanan terpadu atas seluruh wilayah udara nasional, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan Kotamaops TNI lainnya. Dalam pelaksanaan tugas, lanjutnya, Kohanudnas memiliki sistem pertahanan udara nasional (Sishanudnas) yang merupakan suatu konsep pertahanan keamanan Negara dengan melibatkan seluruh unsur udara nasional yang berkemampuan pertahanan udara (Hanud).

“Melalui Sishanudnas diharapkan upaya mempertahankan dan melindungi wilayah udara nasional dari berbagai ancaman udara yang berasal dari dalam maupun luar negeri dapat diwujudkan,” jelasnya.

Karena pentingnya kuliah kerja ini, kata Pangkohanudnas, dharapkan Pasis dapat memanfaatkan waktu untuk mengumpulkan data, cari informasi sedalam-dalamnya, dan banyak bertanya agar nantinya dapat menghasilkan naskah seminar yang memiliki kontribusi positif sebagai bahan masukan bagi pimpinan dalam menentukan kebijakan.

Hadir dalam kegiatan ini Asops Kasau Marsda TNI M. Khairil Lubis, Kas Koopsau I Marsma TNI Jorry S. Koloay, S.I.P., M.Han., Kas Koarmada I Laksma TNI Bambang Irwanto, M.Tr (Hanla)., C.H.R.M.P., Kadispamsanau Bambang Juniar Djatmiko, S.Sos., Marsma TNI Azhar Aditama, para pejabat jajaran Kohanudnas serta para Patun Seskoau dan Sesau. (PenSeskoau)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *