Pembangunan Rumah Kreasi Pasangkayu, Aparat Penegak Hukum Diminta Lakukan Audit

  • Whatsapp
Pembangunan Rumah Kreasi Pasangkayu, Aparat Penegak Hukum Diminta Lakukan Audit

PASANGKAYU, SULBAR EXPRESS – Pemerintah melakukan refocusing anggaran dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuuk bagi Pemerintah Kabupaten Pasangkayu.

Pemkab Pasangkayu di tahun anggaran 2020, juga telah mengambil langkah kebijakan dengan melakukan refocusing anggaran ditiap-tiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19.

Bacaan Lainnya

Seperti Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pasangkayu tahun anggaran 2020 juga melakukan refocusing anggaran.

Namun ada beberapa kebijakan di Dinas PUPR Pasangkayu, yakni pembangunan proyek fisiknya tetap berjalan. Seperti pembangunan rumah kreasi melalui APBD Kabupaten Pasangkayu tahun 2020.

Proyek fisik pembangunan rumah kreasi tersebut dibangun di atas pembangunan lanskap di kompleks perkantoran pemkab Jalan Masjid Madaniyah Kabupaten Pasangkayu.

Dimana sebelumnya lokasi pembangunan rumah kreasi tersebut dibangun melalui APBD Pasangkayu tahun 2019 senilai sekira Rp2,9 miliar.

Koordinator Wilayah (Korwil) LSM Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan (AMPERAK) Pasangkayu, Suhudi Baharuddin mengatakan, seharusnya instansi terkait dalam hal ini Dinas PUPR menunda pembangunan rumah kreasi tersebut.

“Disaat pemerintah fokus melakukan penanggulangan Covid-19, disisi lain Dinas PUPR lakukan pembangunan fisik rumah kreasi yang tidak terlalu urgent bagi masyarakat,” kata Suhudi, di Pasangkayu, Selasa 23 Maret.

Ia menyatakan, seharusnya pembangunan fisik dilaksanakan di sektor riil bidang pertanian, perkebunan atau perikanan, seperti pembukaan atau peningkatan jalan, agar hasil komoditi warga cepat terdistribusi.

“Selain itu, andaikan anggaran pembangunan fisik rumah kreasi tersebut dialihkan pada penanganan Covid-19, seperti pemulihan ekonomi untuk membantu usaha kecil mikro dan menengah (UMKM), saya rasa lebih efektif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Suhudi.

Menurut dia, pembangunan rumah kreasi tidak terlalu bermanfaat bagi warga, karena hanya seperti taman bermain anak-anak tanpa jelas apa peruntukannya yang dibangun di tengah-tengah kompleks perkantoran Pemkab Pasangkayu di Jalan Masjid Madaniah itu.

“Kami meminta pihak aparat penegak hukum (APH) untuk lakukan audit investigasi ke proyek pembangunan rumah kreasi tersebut,” tutur Suhudi.

Suhudi juga mengungkapkan, tahun 2019 sudah dibangun lanskap dengan nilai sekira Rp2,9 miliar yang juga tempat pembangunan rumah kreasi.

“Ditengah pandemi Covid-19, seharusnya pemerintah fokus penanganannya serta pemulihan ekonomi, ini malah membangun rumah kreasi ini sekira Rp2,7 miliar,” ungkapnya.

Kata Suhudi, berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) RI nomor 4 tahun 2020, tentang refocusing kegitan, realokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 yang dikeluarkan di Jakarta tanggal 20 Maret 2020, pelaksanaan Inpres ini dengan penuh tanggung jawab.

“Beberapa poin di Inpres disebutkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut dalam rangka percepatan penggunaan APBD atau perubahan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD untuk percepatan penanganan Covid-19 kepada Gubernur/Bupati/Walikota. Begitupun Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan percepatan penyiapan dan pembangunan infrastruktur yang diperlukan dalam rangka penanganan Covid-19,” sebut Suhudi.

Lanjut Suhudi, Inpres refocusing anggaran sangat jelas penjabaran relokasi anggarannya, namun kenapa pihak Dinas PUPR Pasangkayu mengebut pekerjaan rumah kreasi itu.

“Jadi pembangunan rumah kreasi ini untuk apa, karena dibangun di tengah pandemi Covid-19. Kami melihat rumah kreasi itu seperti monumen tanpa jelas asas manfaatnya ke masyarakat,” tegas Suhudi.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPR Pasangkayu, Rasyid saat dikonfirmasi di ruang kerjanya enggan berbicara banyak terkait pembangunan rumah kreasi tersebut.

“Pembangunan rumah kreasi itu depan Masjid Madaniah kompleks perkantoran. Nanti lain waktu kita bicara lebih lanjut,” singkat Rasyid. (ndi/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *