Pendataan Rumah Rusak Harus Dipercepat

  • Whatsapp
Pendataan Rumah Rusak Harus Dipercepat
Komandan Pos Komando, Muhammad Idris memaparkan progres penangan bencana di Sulbar, di Posko Komando Transisi Darurat ke Pemulihan.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui tim Satgas Transisi Darurat ke Pemulihan terus berupaya melakukan percepatan pendataan rumah rusak akibat gempa di Mamuju dan Majene.

Hal itu diungakpan Komandan Pos Komando Muhammad Idris. Menurutnya pada masa transisi darurat ke pemulihan bencana, pemerintah terus berupaya mempercepat progres pendataan terutama bagi rumah-rumah warga yang terdampak gempa bumi.

“Saat ini bagaimana konsen dan perhatian kita untuk pendataan terutama rumah-rumah warga kita yang terdampak berdasarkan SK Bupati Mejene, Mamuju dan juga Mamasa. Insyaallah yang kami sepakati itu adalah progres percepatnnya, kalau bisa pendataan ini 10 hari semuanya selesai,” kata Idris usai mengikuti tindak lanjut rapat monitoring dan evaluasi terpadu bersama Tim Satgas Transisi Darurat Kepemulihan Pasca Gempa Bumi Sulbar, Selasa 2 Maret 2021.

Ia juga menyampaikan, kondisi terakhir terkait perkembangan proses pendataan rumah-rumah warga yang terdampak di tiga kabupaten, yakni Majene, Mamuju dan Mamasa.

“Proses pendataan di Kabupaten Majene hingga saat ini sudah hampir final dan kabupaten Mamasa lebih cepat selesai sebab jumlah rumah warga yang terdampak sedikit. Sedangakan Kabupaten Mamuju diminta untuk melakukan perbaikan dan percepatan proses pendataanya,” imbuh Idris.

Terkait penggunaan dapur umum di posko pengungsian yang dinilai semakin berkurang supportnya, Idris menyatakan pemerintah akan mengambil kebijakan memperkuat dapur mandiri di pengungsian.

“Dengan kebijakan itu tidak lagi menggunakan dapur umum yang selama ini dikelola oleh berbagai pihak, yang saat ini supportnya semakin berkurang dalam hal donasi dan lainnya,” ucap Idris.

Dengan adanya kebijakan seperti itu, sambung Idris, diharapkan mode transisi ini berjalan dengan baik, transisi yang serba pemerintah dan transisi ke arah kemandirian warga yang berada di pengungsian, maupun di sejumlah tempat yang memang harus dibantu oleh pemerintah.

Sementara itu, berbicara mengenai percepatan turunnya dana stimulan perbaikan rumah, Idris menegaskan dalam hal tersebut dibutuhkan kerjasama dan sikap kooperatif antara pemerintah desa, lingkungan dan masyarakatnya agar dana itu cepat turun.

“Tidak ada jalan lain kecuali kooperatif, semakin lama tidak ada kerjasama maka selamanya dana itu akan lambat. Padahal pemerintah saat ini semangat mendorong percepatan,”tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *