Perangi Narkoba, BNNP Sulbar Gandeng Bikers

  • Whatsapp
Perangi Narkoba, BNNP Sulbar Gandeng Bikers
Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto bersama Kepala Dinas Kominfopers Sulbar, Safaruddin Sanusi dan para Bikers Scorpio Comunity (BSC) Mamuju foto bersama di kantor BNNP Sulbar, Selasa 16 Maret 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Narkoba memiliki dampak negatif yang lebih sangat, sedikitnya ada 2.248 ribu pecandu atau penyalah guna di Sulawesi Barat, sehingga upaya menekan angka tersebut Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Barat menggelar sosialisasi bersama Bikers Scorpio Comunity (BSC) Mamuju.

Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto, mengatakan pertemuan tersebut dalam rangka sosialisasi dan edukasi bersama para bikers mengenai pencegahan serta penyalahgunaan narkotika.

“Bersama teman-teman Bikers kita berharap, dapat mewujudkan kegiatan positif melalui pencegahan dan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika,” kata Sumirat, Selasa 16 Maret.

Ia berharap, bikers bisa menjadi bagian dari BNNP Sulbar dalam memerangi narkotika, utamanya menjadi ujung tombak dan garda terdepan untuk bisa mewujudkan Sulbar bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkotika, sehingga Sulawesi Barat bisa bersinar bersih dari narkoba.

“Dengan begitu bisa mewujudkan Indonesia juara, bersih narkoba, langit biru dan tertib lalu lintas,” ujarnya.

“Diharapkan juga bikers bisa menyosialisasikan mengampanyekan dan mengedukasi seluruh pemuda di Sulbar untuk jauh dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika, termasuk di lingkungan terdekat yaitu keluarga,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, dari hasil penelitian BNN dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ada 2.248 pecandu di Sulbar.

“Inilah menjadi peran kita bersama, sehingga pecandu berkurang dan pengedar berhenti, Sulbar bisa menjadi produktif dan membangkitkan kembali ekonomi, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19,” tandasnya.

Sementara Kadiskominfopers Sulawesi Barat yang juga pembina BSC Sulbar, Safaruddin Sanusi, menjelaskan bahwa narkoba menjadi momok yang membahayakan dan menjadi ancaman bersama apabila tidak dilakukan pencegahan guna memberantas penyalahgunaan narkotika.

“Narkoba adalah virus yang membahayakan bagi generasi dan itu bisa merusak tatanan kehidupan bangsa Indonesia,” ucap Safaruddin.

Olehnya, ia pun mengajak untuk secara bersama menjauhi dan memberantas peredaran narkoba di Sulbar. Utamanya di lingkungan terdekat yaitu keluarga. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *