Rp10 Miliar untuk Penanganan Bencana, Tak Boleh Ada Biaya Operasional

  • Whatsapp
Rp10 Miliar untuk Penanganan Bencana, Tak Boleh Ada Biaya Operasional
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar saat wawancara bersama wartawan di rujab Gubernur Sulbar, Senin 8 Maret 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulbar mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 Miliar untuk penanganan pasca gempa. Peruntukannya harus sesuai sasaran, tidak adalagi dana operasional.

“Tidak ada lagi biaya-biaya lain seperti operasional. Itu (operasional) sudah ada memang dan bukan dari dana itu (alokasi dana penanganan bencana gempa, red),” ucap Ali, ditemui di Rujab Gubernur Sulbar, Senin 8 Maret.

Anggaran Rp10 miliar itu bersumber dana hibah dalam APBD Sulbar 2021. Nantinya bakal diarahkan untuk mendanai penyintas gempa dan penanganan kerusakan fasilitas umum.

“Ada sebagian digunakan untuk rumah rusak sekira Rp2 miliar, kita prioritaskan yang rusak berat. Kemudian untuk penanganan pengungsi sekira Rp300 juta, kemudian rumah ibadah sekitar Rp500 juta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dana yang bersumber dari dana hibah itu bakal diperuntukkan untuk penanganan gempa Sulbar, jika pun nantinya masih kurang, tentu akan ada tambahan.

Ia pun, sudah memberikan arahan kepada OPD yang terlibat langsung agar memberikan pelayanan terbaik.

“Saya sudah diberikan petunjuk, layani dulu yang sangat penting dilayani,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim menjelaskan, sebenarnya dana yang bersumber hibah itu peruntukan untuk kegiatan sosial, hibah masjid misalnya. Namun mengingat kondisi saat ini sedang menghadapi bencana dan beberapa rumah ibadah juga terdampak rusak, maka hibah tersebut kemudian dipergunakan untuk penanganan rehabilitasi rumah ibadah.

Legislator Partai Nasdem ini pun menegaskan bantuan itu tidak digunakan oleh dinas untuk biaya operasional.

“Saya tidak mau lagi mendengar dana itu digunakan untuk operasional. Termasuk dana dari OJK-IJK. Itu sangat tidak rasional, tidak elegan, tidak etis. Harus digunakan fokus untuk kebutuhan masyarakat,” ucap Rahim.

Berdasarkan data Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sulbar per 3 Maret 2021, jumlah sumbangan pemerintah dan masyarakat yang masuk ke Pemprov Sulbar sebanyak Rp3.119.574.085. Rincianya melalui rekening Bank Mandiri Peduli Bencana sebesar Rp2.119.574.085, rekening kas umum daerah Bank Sulselbar sebesar Rp1 miliar.

Dana yang telah digunakan menghabiskan Rp1,2 miliar, namun bantuan terus mengalir. Sabtu 6 Maret, Pemprov Sulbar menerima bantuan dan OJK dan IJK sebesar Rp1,7 miliar, serta bantuan dari Musi Banyuasin sebesar Rp500 juta lebih, diterima oleh Wagub Sulbar di Jakarta. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *