Ruskati: Jangan Larut dalam Kesedihan

  • Whatsapp
Ruskati: Jangan Larut dalam Kesedihan
Ketua TP PKK Sulbar Andi Ruskati Ali Baal, menyerahkan bantuan untuk korban gempa di Kelurahan Karema Mamuju, Sabtu 6 Maret 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Sebagai bentuk kepedulian sesama terhadap bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Mamuju dan Majene. Pengurus TP PKK Sulbar kembali menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sabtu 6 Maret.

Ketua TP PKK Sulbar Andi Ruskati Ali Baal, mengatakan penyaluran bantuan tersebut dilakukan mengingat masih banyak korban terdampak gempa yang membutuhkan.

Ia menjelaskan bantuan yang diserahkan berupa sembako, popok bayi dan makanan tambahan bagi Ibu hamil, disalurkan beberapa titik seperti di Lorong Lakka-Lakka, Lingkungan Karema Utara, Kelurahan Karema, Mamuju.

“Di tempat tersebut sebanyak lima RT dengan jumlah 174 Kepala Keluarga (KK, red) sebagai penerima bantuan,” kata Andi Ruskati, Sabtu 6 Maret 2021.

Ia menambahkan, kehadiran jajaran pengurus TP PKK di tempat tersebut untuk menjalin tali silaturahmi antar umat, sekaligus memberikan bantuan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi warga yang terdampak dan bisa membantu meringankan sedikit beban masyarakat.

Ia juga berpesan, agar tidak lagi selalu mengingat bencana yang telah berlalu. Sebab saatnya Mamuju dan Majene harus bangkit demi kehidupan yang lebih baik lagi kedepannya.

“Saya sangat memahami bahwa rasa trauma pasti ada dalam diri setiap orang yang terdampak, tetapi jikalau terus terbayang dengan mengingat kejadian kemarin, kita tidak bisa beraktivitas dan kegiatan perekonomian masyarakat jadi terhambat,” ujarnya.

Sehubungan dengan virus Covid-19 yang masih merebak hingga saat ini, Andi Ruskati juga tidak lupa mengingatkan warga untuk selalu menjaga kesehatan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan ketika berada di luar rumah.

“Tetap jaga kesehatan kita dengan baik, karena yang bisa menjaga diri kita tetap sehat adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Tetap patuhi protokol kesehatan dengan selalu mengenakan masker ketika berada di luar rumah, menjaga jarak antara satu dengan yang lain dan selalu mencuci tangan sampai bersih,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan mengunjungi korban terdampak bencana bukan baru pertama kali dilakukan. Sebelumnya tepat dua hari pasca gempa bumi dirinya sudah turun ke lapangan namun bukan di Kabupaten Mamuju melainkan di Kabupaten Majene.

“Dua hari pasca gempa saya sudah turun, saya ada di Kabupaten Majene tempat episentrum dari bencana ini. Setelah menyisir kabupaten Majene, saya sakit dan sakitnya itu lama, sehingga baru kali ini saya bisa turun kembali untuk mengunjungi korban terdampak yang ada di Mamuju,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *