Satgas Fasilitasi Pemulangan Pengungsi

  • Whatsapp
Satgas Fasilitasi Pemulangan Pengungsi
Sejumlah petugas Satpol-PP tampak membantu pengungsi merapikan lokasi pengungsianya, di Mamuju.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Angka pengungsi gempa di Majene dan Mamuju terus mengalami penurunan. Awal gempa pengungsi mencapai lebih angka 90 ribu jiwa, namun data per 4 Maret 2021 jumlahnya jauh berkurang menjadi 17.637 jiwa.

“Yang memilih pulang kami fasilitasi kepulanganya. Membantu pembongkaran tenda, pembenahan barang barang pengungsi, perapihan dan pembersihan lokasi serta mengantar pengungsi pulang ke rumah. Sekaligus juga membantu memasangkan tenda disekitar rumah bagi yang rumahnya tidak layak huni,” kata Devisi Keamanan dan Ketertiban Bujaerami Hasan.

Ia mengaku, perapihan pengungsi yang dilakukan hanya di beberapa titik. Utamanya di lokasi pengungsi mandiri.

“Kami lakukan ini hanya di titik pengungsi mandiri. Dan tentu tidak semua, karena personel kita terbatas” ucapnya.

Ia menjelaskan, sejak awal terbentuknya Posko Transisi Darurat, Bidang Keamanan dan Ketertiban membawa semangat dan bertekad memulihkan keamanan dan kondisi tertib pasca gempa seperti saat sebelum terjadi gempa.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menugaskan personel melakukan patroli setiap hari baik malam maupun siang. Namun karena personel terbatas, jadwal patroli itu diroling di setiap titik pengungsian.

Selain patroli, lanjut Bujaeramy, personel juga diharapkan melakukan advokasi dan edukasi kebencanaan. Mengajak pengungsi melakukan pembersihan lingkungan dengan tujuan selain untuk kebersihan juga diharapkan dapat menghilangkan pikiran atau trauma gempa.

“Kami juga senantiasa mengingatkan dan mengimbau kepada pengungsi untuk tetap menaati protokol kesehatan dan berbagi masker sebagai antisipasi meluasnya Covid-19 di pengungsian. Serta, secara persuasif mengajak pengungsi kembali ke rumah bagi yang rumahnya masih layak huni,” jelasnya.

Hingga 3 Maret 2021, jumlah pengungsi di Kabupaten Mamuju sebanyak 16.332 orang. Di Kabupaten Mamuju jumlah pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Tappalang. Sementara jumlah pengungsi di Majene berkurang menjadi 1.305 orang.

“Meskipun jumlah pengungsi sudah sangat berkurang dibanding sebelumnya. Tapi personel di lapangan tetap melaksanakan tugas seperti biasanya,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *