Satgas TMMD ke-110 di Desa Awo, Bersama Dinkes Majene Sosialisasi Stunting

  • Whatsapp
foto: IST

MAJENE, SULBAR EXPRESS – TMMD ke-110 TA 2021 di Desa Awo Kecamatan Tammerodo Kabupaten Majene yang dilaksanakan Kodim 1401 Majene saat ini dalam proses penyelesaian beberapa kegiatan fisik yang telah diprogramkan.

Sejalan dengan pembangunan fisik, kegiatan non fisikpun tetap berjalan dengan bekerjasama instansi yang terkait berupa penyuluhan dan sosialisasi.

Yang menarik adalah penyuluhan dan sosialisasi stunting karena ternyata Desa Awo Kecamatan Tammerodo masuk dalam desa lokus stunting. Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene untuk Desa Awo terdapat 70 orang yang dinyatakan stunting, sedangkan dalam satu Kecamatan Tammerodo terdapat 402 orang stunting, jumlah keseluruhan stunting di Kabupaten Majene 4.564 orang (Data stunting per 30 Desember 2020).

Dalam beberapa literatur tertulis bahwa stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (Pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.Sehingga anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memilki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Asupan gizi dan kurangnya ketersediaan pangan adalah bagian penyebab stunting termasuk dari faktor perilaku pola asuh dan prilaku hidup bersih dan sehat, kebutuhan air bersih dan sanitasi lingkungan juga sangat berperan penting.

Satgas TMMD di Desa Awo telah menempatkan penyuluhan kesehatan sebagai kegiatan yang sangat penting dilakukan khususnya sosialisasi stunting, yang tentunya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Majene serta stakeholder lainnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Majene, Wirdaningsih, sangat mengapresiasi kepada Satgas TMMD di Desa Awo dengan adanya program penyuluhan dan sosialisasi stunting. Hal ini dikatakan ketika usai melakukan penyuluhan di Desa Awo bersama Satgas TMMD.

“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas TMMD yang telah memfasilitasi adanya sosialisasi dan penyuluhan stunting di Desa Awo. Karena Kabupaten Majene salah satu lokus stunting yang menempati urutan kedua se Sulawesi Barat,“ ucapnya.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Majene,Diah Febrianti, mengungkapkan, di Desa Awo terdapat satu dusun paling banyak menyumbang stunting yakni dusun Rante Padang. Salah satu penyebabnya kurangnya air bersih di tempat itu dan jamban.

“Dari 80 KK di Dusun Rante Padang, hanya 2 keluarga yang memiliki jamban,“ kata Diah Febrianti ketika dihubungi lewat telpon genggamnya, Kamis 18 Maret 2021.

Menurutnya, telah melakukan intervensi dengan memberikan tambahan makanan terhadap ibu hamil, mengatasi kekurangan gizi atau anemia dengan mengkomsumsi tablet, mengatasi kekurangan yodium dan melindungi ibu hamil dari penyakit malaria.

Dihubungi secara terpisah Kapenrem 142 Tatag Mayor Inf. Ahmad T, mengatakan, Satgas TMMD di Desa Awo telah melakukan berbagai kegiatan non fisik. Salah satunya penyuluhan dan sosialisasi stunting bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Majene.

Ahmad juga mengatakan, stunting ini sangat penting untuk dicegah dengan memberikan pemahaman kepada ibu-ibu agar memenuhi gizi yang baik dan seimbang.

“Satgas TMMD ke-110 di Desa Awo telah melakukan penyuluhan stunting, semoga ada manfaatnya bagi masyarakat khususnya di Desa Awo yang memiliki jumlah stunting cukup banyak jika dibandingkan dengan desa-desa yang lain di Kecamatan Tammerodo, sesuai data dari Dinas Kesehatan Majene,“ ucap Ahmad. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *