Sekkab Majene Tutup Pelatihan SPAB

  • Whatsapp
Sekkab Majene Tutup Pelatihan SPAB
TUTUP. Pj Sekkab Majene Suyuti Marzuki menutup Pelatihan SPAB setelah digelar selama lima hari di Gedung LPMP Tammajarra Rangas Majene, akhir pekan.
MAJENE, SULBAREXPRESSCO.ID – Pj Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Majene Suyuti Marzuki menutup pelatihan bagi pelatih Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) setelah digelar selama lima hari di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Tammajarra Rangas Majene, akhir pekan.
Pelatihan yang dikuti sekira 40 peserta guna meningkatkan pemahaman pendidikan kebencanaan yang meliputi pencegahan dan pengurangan resiko termasuk meningkatkan kompetensi pelatih dalam pengurangan risiko bencana (PRB).
Pengurangan resiko merupakan pendekatan untuk mengindentifikasi, mengevaluasi dan mengurangi risiko yang diakibatkan bencana, serta praktiknya dengan melakukan upaya sistematis dalam menganalisis dan mengelola faktor penyebab bencana termasuk pengurangan kemungkinan keterpaan bahaya, mengurangi kerentanan, manajemen tanah dan lingkungan secara bijaksana serta memperbaiki kesiapsiagaan terhadap kejadian bencana.
Suyuti Marzuki berharap, output dari pelatihan bagi pelatih SPAB akan menghasilkan dokumen kebencanaan. “Sangat penting legalitas dokumen jika perlu dikeluarkan SK Bupati sehingga kegiatan dapat lebih melembaga,” ungkapnya.
Dikatakan, berkaca dari gempa Majene dan Mamuju pada 15 Januari lalu menjadi wilayah yang dilalui patahan yang panjang. “Berbeda dengan gempa yang biasa terjadi di pulau Jawa. Itu sangat merasakan perbedaanya termasuk durasi gempa yang cukup lama,” terang Kabiro Ortala Pemprov Sulbar itu.
Suyuti berkomitmen, akan mengintegrasikan ke dalam dokumen RPJMD Majene sebagai dokumen tertinggi perencanaan dan secara otomatis akan tertuang dalam Renstra. “Saya ingin berkontirbusi disini¬† jadi tolong ingatkan saya kalau lupa, kedepan tentu saya dorong,” akunya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Majene Iskandar juga berharap, melalui SOAL akan mampu meminimalisir, melindungi dan mengamankan seluruh¬† pemangku kepentingan. “Tentu ini semua dimulai dari peserta didik, tenaga pendidik dan ketenaga kependidikan yang ada,” pungkasnya.(hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *