Sinergi Perdana, Len dan BUMN Industri Pertahankan Gelar Sharing Session UMK

  • Whatsapp
Sinergi Perdana, Len dan BUMN Industri Pertahankan Gelar Sharing Session UMK

BANDUNG – Menjalankan bisnis di tengah pandemi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pebisnis, tak terkecuali bagi pemiliki Usaha Mikro Kecil (UMK) BUMN Industri pertahanan (Indhan). Untuk itu, Bagian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Indhan menggelar acara sharing session virtual dengan tema “Inovasi dan Semangat Usaha Demi Kebangkitan UMK di Tengah Pandemi” (17/03/2021). Acara ini sekaligus menjadi agenda sinergi perdana TJSL PT Len Industri (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), PT Dahana (Persero) dan PT PAL Indonesia (Persero).

“Hari ini kita akan menyaksikan para narasumber kita. Mereka adalah mitra binaan unggulan dari masing-masing BUMN. Ini saatnya kita menimba ilmu dan mempelajari bagaimana mereka tumbuh, berkembang dan bertahan di tengah pandemi. Ini juga saatnya kita menyerap teknik, tips dan trik dari mereka,” tutur Donny Gunawan Alaudin GM Bagian TJSL PT Len Industri (Persero) sekaligus Koordinator TJSL BUMN Indhan.

Eman Sulaeman pemilik bisnis Multi Elektrik UMK Binaan PT Len Industri (Persero), hadir sebagai salah satu pemateri. Menurutnya, kiat menjalankan usaha adalah dengan membuat terobosan baru dan selalu melihat peluang. Sejak tahun 2017 menjadi mitra binaan Len Industri, usahanya di bidang jasa dan perdagangan peralatan elektonik saat ini semakin sukses dan berkembang. Salah satu produknya yaitu solar tree yang telah terpasang manis di alun-alun Kota Bandung.

“Lewat acara ini, saya jadi merasa tidak sendirian, melihat teman-teman dari UMK lain juga sama-sama berjuang. Tips dari teman-teman ini sangat membantu dan menambah wawasan saya untuk mengembangkan usaha. Semoga acara ini bisa jadi agenda rutin nantinya,” ujar Eman.

Selain Eman, hadir pula pembicara lain, yaitu: Dwi Mustika pemilik bisnis Hofland Coffee UMK binaan Dahana; Lucky Alfarisi pemilik bisnis Road Chicken UMK binaan Dirgantara Indonesia; Agus Kasiyanto pemilik bisnis Industri Kerajinan Logam UMK binaan PAL Indonesia; serta Toni Rahadian pemilik bisnis Indorifle UMK binaan Pindad. Acara ini diramaikan pula dengan sesi tanya jawab dengan pemilik UMK lainnya.

Menuju pembentukan holding BUMN Indhan, sejak akhir 2020, TJSL BUMN Indhan juga tengah mempersiapkannya dengan membuat serangkaian program sinergi sesuai dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) dan penerapan ISO 26000. Selain kegiatan sharing session, TJSL BUMN Indhan juga telah merancang program sinergi workshop dan pelatihan untuk semua personil TJSL BUMN Indhan, pembuatan SOP kegiatan TJSL, serta benchmark dengan TJSL Holding BUMN lainnya.

“Ini merupakan bagian dari proses holding yang ditargetkan selesai di triwulan ke-3, tepatnya September 2021. Dalam proses itu, kita buat beberapa program sinergi bersama. Tujuannya tentu untuk memahami dan mengenal satu sama lain dan coba mensinergikan semua potensi yang ada. Itu yang sedang kami ramu dan coba gabungkan,” jelas Donny.

Dengan total kurang lebih 1500 mitra binaan TJSL BUMN Indhan, tentu menjadi tantangan untuk mendampingi dan mengembangkannya bersama-sama. Harapannya, dengan adanya program-program yang telah diinisiasi bersama ini dapat menciptakan sinergi dan kolaborasi pamungkas untuk memperkuat hubungan dengan masyakarat, mendorong perekonomian, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.
(Pun)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *