Tangani TKW Tersiksa di Bahrain, Pemprov Sulbar Bergerak Cepat

  • Whatsapp
Tangani TKW Tersiksa di Bahrain, Pemprov Sulbar Bergerak Cepat

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Polman, Suryana Hartanti, mengaku disiksa majikannya di Bahrain. Dia meminta tolong lewat media sosial agar segera dipulangkan.

Curhatan Suryana yang diunggah itu menjadi perhatian publik. Dia meminta kepada siapa saja yang membaca unggahannya itu agar menghubungi keluarganya.

“Tolong siapapun yang melihat postingan saya kumohon hubungi keluarga saya sebelum saya mati di sini di Bahrain. Tolong, tolong, saya. Mungkin ini status terakhir saya, tolong,” kata Suryana dalam potongan status facebooknya.

Menanggapi ini, Ketua Indonesia – Bahrain Bussiness And Friendship yang juga Staf Khusus Gubernur Sulbar, Yundini Husni Djamaluddin begerak cepat menghubungi Keduataan Besar Indonesia (KBRI) di Bahrain. Agar segera dilakukan pelacakan terhadap TKW itu.

“Saya sudah bicara KBRI, KBRI juga sudah bicara langsung dengan yang bersangkutan. Saya juga sudah berkoordinasi dengan kedutaan Bahrain di Indonesia mencari tahu yang bersangkutan dan keluarganya,” kata Ketua Asosiasi Indonesia Bahrain Bussiness and Friendship Society ini, Minggu 28 Maret.

Hanya saja, kata Yuyun (Sapaan Yundini), pihak kedutaan kesulitan telekomunikasi dengan Suryana karena selalu menghindar. Beruntung, kata Yuyun, pihak agen yang memberangkatkan Suryana siap bertanggungjawab untuk memulangkannya.

“Saya juga sudah bicara agennya dan mereka siap bertanggungjawab memulangkannya. Semua biaya ditanggung agen. Walaupun itu berarti kerugian bagi perusahaan. Memberangkatkan orang ke sana butuh biaya mahal,” jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun Yuyun, TKW asal Sulewatang, Polman ini memang tidak terbiasa kerja keras. Apalagi telah mejalani operasi cesar saat melahirkan.

“Yang disayangkan kenapa dipaksakan berangkat? Berarti punya anak kecil, masa ditinggal,” katanya.

Kakak Suryana Hartanti, Suryani mengaku sudah menghubungi agen yang memberangkatkan adiknya. Kendati berharap adiknya dipulangkan, dia juga berharap agar masalah ini tidak dibesar-besarkan.

Apalagi adiknya memang sebelum berangkat ke timur tengah tidak pernah kerja keras. Bahkan adiknya belum satu bulan bekerja di negara berbentuk monarki di Teluk Persia ini.

“Ini adek tidak pernah kerja keras, sementara dia kerja di rumah tiga tingkat. Sementara kerja, sakit bekas operasi cesarnya, sementara selalu disuruh kerja. Jadi mengeluh mau pulang. Majikannya tidak mengerti, biar sakit selalu juga disuruh kerja,” kata Suryani.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Pelatihan dan Penenpatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Barat, Stefanus, mengatakan pihaknya sudah melakukan penelusuran terkait perusahaan yang membawanya ke Timur Tengah.

“Betul, tadi kami tanyakan di rumahnya. Dia berangkat tidak melalui jalur resmi (Ilegal). Untuk nantinya sama-sama pihak terkait duduk bersama mencari solusi dengan tepat dan segera,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *