Telat Lapor SPT, Wajib Pajak Bakal Kena Sanksi

  • Whatsapp
Telat Lapor SPT, Wajib Pajak Bakal Kena Sanksi
Salah satu wajib pajak menunjukkan bukti laporan SPT.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Tinggal sehari lagi bagi wajib pajak orang pribadi untuk melapor Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Jika lewat, wajib pajak bakal kena sanksi.

Demikian dikatakan oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mamuju Hadinengrat Nusantoro MP kepada Sulbar Express, Selasa 30 Maret 2021. Hadinengrat menegaskan pihaknya sudah mengingatkan wajib pajak agar segera lapor SPT sebelum waktunya habis.

“Saat ini, bagi wajib pajak orang pribadi sisa sehari untuk lapor SPT yaitu pada tanggal 31 Maret. Jika telat akan ada sanksi, begitu juga yang tidak lapor, ada sanksinya,” terang Hadinengrat.

Ia menjelaskan, salah satu sanksi bagi yang telat atau tak lapor SPT adalah pemberian denda. Bagi perorangan besaran denda Rp100 ribu sementara bagi badan atau perusahaan dendanya sebesar Rp1 juta.

“Kami berharap semua wajib pajak tidak menerima sanksi akibat telat lapor. Tapi jika kami lihat tren pelaporan SPT, kesadaran wajib pajak sudah sangat tinggi,” imbuhnya.

Menurut Hadinengrat salah satu sikap optimismenya karena hingga tanggal 30 Maret 2021 jumlah wajib pajak pribadi yang melapor SPT sudah mencapai angka 18.880. Angka ini sudah mendekati capaian lapor SPT pada 31 Maret 2020 sebanyak 19.024.

“Jika dibandingkan tahun lalu, hanya kurang 144 saja. Kami percaya sisa waktu besok (31 Maret, red) angka selisih itu akan terlewati,” kata Hadinengrat.

Selain itu Hadinengrat juga mengingatkan kepada badan usaha agar segera melakukan pelaporan SPT. Ia mengimbau kepada badan usaha agar tidak menunggu tenggat waktu pelaporan.

Ini dilakukan mengingat proses pelaporan SPT untuk badan harus menyiapkan dokumen laporan keuangan. Jika dilakukan lebih awal, banyak waktu yang bisa dimanfaatkan untuk perbaikan jika ada data yang kurang.

“Untuk badan atau perusahaan batas waktu pelaporan tanggal 30 April. Tapi sebaiknya sejak awal harus dilapor SPT-nya. Biar ada waktu untuk perbaikan jika ada berkas yang masih kurang,” tandas Hadinengrat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *