80 Pencari Kerja Dilatih di BLK Makassar

  • Whatsapp
80 Pencari Kerja Dilatih di BLK Makassar
DENGAR MATERI. Para peserta mendengarkan materi pada Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I (5 Paket) 2021.

MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID – Bupati Majene Lukman menyatakan, bahwa angka pengangguran di Majene mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Ia berharap kedepan banyak pelatihan agar para pencari kerja yang ada di Majene mempunyai skill yang mumpuni dan dapat terjun ke dunia kerja sesungguhnya.

Diungkapkan, data pengangguran sesuai penyampaian pihak Bapeda Majene pada kegiatan Musrenbang RKPD, bahwa angka pengangguran di Majene mengalami peningkatan. “Dengan adanya pelatihan yang dilaksanakan BLK tentu menjadi jalan keluar pengurangan angka pengangguran di wilayah kita ini,” ujar pada pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I (5 Paket) 2021, di UPTD BLK Disnakertrans Majene, akhir pekan.

Ia mengucap terima kasih kepada pihak BLK Makassar bersama Disnakertrans Majene atas kesempatan yang diberikan, karena kelak akan menciptakan interprenur yang baru di Majene.

“Kitalah yang dapat membuka peluang kerja bagi keluarga ataupun teman kita sendiri, tentu dengan cara membuka usaha yang mandiri, dengan skill yang telah didapatkan dari hasil pelatihan di BLK,” pungkasnya.

Kepala UPTD BLK Majene Asmuddin Kadir juga selaku Panitia Penyelenggara dalam laporannya, dari 5 paket pelatihan diantaranya, Operator Komputer, Las, Teknik Pendingin atau AC, Instalasi Listrik, Pemeliharaan Kendaraan Ringan dengan sistem injeksi pada mobil.

“Tujuan pelatihan ini agar para pencari kerja pemula diberikan pelatihan dasar dalam mencari kerja dan mandiri,” urainya.

Dijelaskan, untuk meningkatkan pencari kerja dengan minat setiap peserta dan dapat menciptakan para pencari kerja dengan keahlian. “Pelatihan berlangsung pada tanggal 6 Maret sampai 22 Mei 2021, Pelatihan Las 41 hari dan 30 hari untuk pelatihan AC,” terangnya.

Ia melaporkan, bahwa peserta yang mengikuti pelatihan berbasis komputer sebanyak 80 orang dengan rincian, 66 orang asal Majene, 13 orang asal Kabupaten Polman 13 orang dan 1 orang asal Kabupaten Mamuju. “Para peserta ini rata-rata tamatan SMA namun ada juga tamatan SD dan Sarjana,” sebut Asmuddin.

Dikatakan, para peserta pelatihan mendapatkan ATK, perlengkapan peserta, dan kelengkapan anti Covid-19, pakaian praktek serta pakaian olahraga. “Peserta juga mendapatkan modul dan uang transport dan konsumsi. Metode pelaksanaan pelatihan 30 persen teori dan 70 persen praktek langsung,” jelasnya.

Sementara, mewakili Kepala BLK Makassar Amir Jufri menuturkan, sesuai kebijakan Kemenaker bahwa peserta pelatihan harus mendaftar melalui sistem online. “Jadi yang ikut pelatihan saat ini supaya dapat memanfaatkan dengan baik,” pintanya.

Apa yang dipelajari para peserta dalam pelatihan lanjut Amir, maka itulah menjadi kebutuhan dunia industri. “BLK Makassar sudah ada kurikulum yang mengacu pada kebutuhan industri dewasa ini, sesusai pelatihan ini akan dilakukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat pelatihan,” akunya.

Melalui pelatihan sambungnya, dibutuhkan keseriusan dari semua peserta untuk belajar dengan tekun dari awal sampai selesainya pelatihan. “Ini kesempatan para peserta untuk bertanya kepada instruktur yang mengajar, karena instruktur yang digunakan adalah yang berkompoten dan sudah melalui pelatihan yang panjang. Selanjutnya lulusan dari pelatihan ini diharapkan menjadi wirausahawan yang handal, terlebih pada era pandemi Covid-19,” harapnya.

Kesempatan sama, Kepala Disnakertrans Majene Hamzinah mengungkapkan, kegiatan pelatihan baru terlaksana pada tahun ini, karena pada 2020 tidak dapat melaksanakan disebabkan pandemi Covid-19. “Walau kami tidak melakukan pelatihan, namun dalam penanggulangan Covid-19 pihak BLK Majene telah menyalurkan ribuan masker kain yang dibagikan kepada warga Majene, dan juga kami telah membagikan wastafel dibeberapa titik di Majene,” aku Hamzinah.

Ia juga mengaku, tahun ini juga melakukan kerjasama dengan BLK Medan. “Kami sudah membawa 3 orang untuk dilatih di BLK Medan dalam bidang pariwisata. Selanjutnya kami akan mengirim peserta pelatihan ke BLK Bandung untuk dilatih dibidang pertanian, karena kondisi Majene cukup luas areal pertanian,” terangnya.(hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *