Bantuan Rumah Rusak Akibat Gempa 6,2 M, Verifikasi Tersendat, Bantuan Mengendap

  • Whatsapp
Bantuan Rumah Rusak Akibat Gempa 6,2 M, Verifikasi Tersendat, Bantuan Mengendap
FOTO: IDRUS IPENK RERUNTUHAN. Salah satu rumah warga di Mamuju yang ambruk akibat Gempa 6,2 magnitudo, pada 15 Januari 2021. Gambar lain menunjukkan tim rescue melakukan pembersihan puing bangunan.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS.CO.ID – Bantuan rumah rusak akibat gempa di Sulbar belum juga terealisasi. Anggaran di rekening daerah pun mengendap.

Sudah tiga bulan gempa 6,2 magnitudo mengguncang Mamuju dan Majene. Puluhan ribu rumah terlapor rusak ringan, sedang dan rusak berat.
Khusus rumah rusak berat, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirim Dana Tunggu Hunian bagi para korban.

Bacaan Lainnya

Anggarannya langsung masuk ke rekening masing-masing kabupaten. Pihak kabupaten Mamuju maupun Majene telah mengakui.

Masing-masing menerima Rp 2 miliar, sejak Maret lalu.

Hanya saja belum dapat diteruskan kepada para korban di masing-masing wilayah terdampak.

Dana tersebut tertahan di kas daerah, karena proses verifikasi lapangan yang tak kunjung tuntas.

Pihak terkait pendataan di kabupaten beralasan, tim assesment belum turun lapangan melakukan verifikasi faktual karena kendala anggaran.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Mamuju, Syahrir mengatakan, pendataan rumah rusak masih dalam proses perencanaan.

“Kita masih registrasi tim assesment, untuk kelengkapan administrasinya,” kata Syahrir saat dikonfirmasi, Selasa 20 April 2021.

Ia menjelaskan saat ini ada berdasarkan registrasi awal, sudah 142 orang telah mendaftarkan diri. Mereka akan disebar di seluruh kecamatan di Mamuju untuk memperkuat data yang sudah ada.

Pihaknya juga mengaku masih terus bekerja, berdasarkan imbauan dan dorongan dari pihak BNPB terkait verifikasi faktual terhadap masyarakat yang terdampak gempa.

“Kita memang tergantung dari pusat, kemudian dari data sendiri tergantung dari badan bencana,” katanya.

Sementara kepala BPBD Mamuju, Ali Rachman mengatakan secara keseluruhan proses pendataan verifikasi rumah warga, sudah siap dengan berbagai pelatihan yang diberikan kepada tim.

“Secara ketentuan semuanya sudah siap, hanya saya melihat mereka belum turun karena belum siap anggaranya,” jelasnya.

Menurut Ali, anggaran memang menjadi kendala saat ini, karena mekanisme proses keuangan sudah berbeda.

“Anggaran yang digunakan ini anggaran dari daerah,” tandasnya.

Bantuan Rumah Rusak Akibat Gempa 6,2 M, Verifikasi Tersendat, Bantuan Mengendap

HARUS CEPAT
Belum adanya kejelasan mengenai kapan pendataan rumah warga betul-betul rampung, menambah panjang proses waktu kapan bantuan akan disalurkan.

Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi mengatakan kepada seluruh OPD terkait untuk melakukan percepatan, dengan tidak bergantung pada Anggara.

“Saya selalu meminta ke teman-teman untuk bergerak cepat, jadi kalau bisa bergerak tanpa menggunakan biaya kenapa tidak,” tegas Sutinah.

Bupati menekankan bahwa proses pendataan jangan sampai justru mempersulit masyarakat yang telah menjadi korban dampak gempa bermagnitudo 6,2. (idr/cm)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *