BPOM Sidak Pedagang Takjil

  • Whatsapp
BPOM Sidak Pedagang Takjil
SIDAK. Petugas BPOM Mamuju melakukan Sidak kepada para pedagang Takjil dan Pengawasan Pangan Keliling di area toko retail di wilayah Kabupaten Majene, akhir pekan.
MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kepada para pedagang Takjil dan Pengawasan Pangan Keliling di area toko retail di wilayah Kabupaten Majene, akhir pekan.”Ini menjadi agenda rutin mengingat saat Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri aktivitas masyarakat untuk membeli bahan makanan sangat tinggi,” tutur Lintang Purba Kepala BPOM Mamuju.

Lintang menjelaskan, pengujian terhadap makanan dan minuman (Mamin) dilakukan selama dua hari. ” Tidak ada sampel makanan yang berbahaya namun dibeberapa toko retail masih ditemukan makanan yang rusak,” akunya.

Ia mengingatkan, kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan selektif melihat jenis makanan sebelum membeli. Selain itu mempertimbangkan kebersihan secara umum, menggunakan wadah penutup, dan tidak menggunakan koran sebagai pembungkus makanan karena mengandung timbal. “Perlu diwaspadai, jika warna makanan mencolok, rasanya berbeda, maka kemungkinan menggunakan pewarna textile atau pewarna kain,” ujarnya.

Sementara, Bupati Majene Lukman Nurman menguraikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene bersama BPOM Mamuju melakukan sidak di beberapa titik pusat penjualan takjil Ramadhan. “Sasaran lokasi sidak ini, di depan pasar sentral Majene, dan beberapa spot penjualan takjil di pinggir jalan. Hasilnya, dari 10 sampel kue yang diuji secara langsung seluruhnya negatif atau tidak ada makanan yang mengandung bahan berbahaya,” ungkapnya.

Lukman mengaku, senang dengan hasil sidak sebab selama ini kue-kue berbuka aman untuk dikonsumsi. “Apalagi akurasinya cukup tinggi karena pedagang takjil tidak mengetahui jika akan dilakukan sidak,” tuturnya.

Lukman berharap, pedagang tetap menjaga kualitas kue yang di jual.” Bukan hanya kesehatannya, tapi kebersihannnya. Sidak ini untuk mengedukasi pedagang sehingga kue yang dijual tetap sehat dikonsumsi masyarakat,” pintanya.(hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *