Cakupan Vaksinasi Masih Rendah

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
PROSES PENYUNTIKAN. Sejumlah masyarakat Mamuju Binanga saat mengikuti tahapan vaksinasi korona di Puskesmas Binanga Mamuju.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS.CO.ID – Kekebalan kelompok atau Herd Immunity tampaknya masih jauh. Cakupan vaksinasi Covid-19 di Sulbar, belum maksimal.

Terutama untuk pelayanan publik dan lanjut usia capaiannya masih sangat kecil. Karena itu, penerapan protokol kesehatan jangan sampai kendor.

Apalagi, stok dosis Vaksin Covid-19 mulai menipis karena produksi vaksin hanya bersumber dari beberapa negara saja.

Sementara produksi vaksin dalam negeri belum bisa diharapkan dalam waktu ini.

Tahap awal Sulbar telah menerima 75.600 dosis vaksin. Sementara target vaksinasi di Sulbar sekira 800 ribu.

Artinya masih jauh dari target. Disisi lain suplai vaksin semakin menipis. Pekan lalu saja, Sulbar hanya disuplasi 1.550 dosis.

“Vaksin nusantara yang sekarang ini baru uji klinis pertama, seandainya itu bisa lolos, baru ada harapan,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulbar Muh. Ikhwan, Senin 19 April.

Lanjut Ikhwan, tentunya jatah untuk Sulbar sangat sedikit jika cakupan vaksinasi tidak maksimal.

Pihaknya pun mendorong seluruh kabupaten memaksimalkan vaksinasi.

Seperti di Mamuju, belum menghabiskan stok dosis tahap awal. Sehingga dosis tambahan kemarin diarahkan ke Polman.

“Yang tambahan minggu lalu ini di Polman. Kalau Mamuju itu belum dihabiskan jatah tahap awal. Mungkin ini karena gempa bumi, sehingga perlu percepatan,” sebut Ikhwan.

Diharapkan pula kabupaten lainnya mempercepat vaksinasi atau menghabiskan stok yang ada guna memaksimalkan jatah vaksin untuk Sulbar.

Bahkan pihaknya merekomendasikan agar kabupaten membuka pelayanan vaksinasi secara massal bagi pelayan publik.

“Seperti dilakukan Pemprov Sulbar, untuk memaksimalkan pelayan publik itu dibuatkan vaksinasi massal menyasar seluruh OPD, kiranya ini dapat diterapkan di setiap kecamatan melalui instruksi bupati,” harap Ikhwan.

Anggota Komisi IV DPRD Sulbar, Muhammad Jayadi mengatakan untuk Mamuju masih dimaklumi, sebab terdampak gempa bumi.

Namuk kata dia, mengingat saat ini kondisi berangsur pulih sehingga diharapkan ada langkah percepatan vaksinasi guna sehinga terwujudnya kekebalan kelompok di Sulbar.

“Terutama kepada pejabat publik, kiranya Dinkes dan Satgas Covid memberikan atensi untuk percepatan vaksinasi di setiap kabupaten,” imbuh Jayadi.

“Juga soal keterlibatan, perlu dimaksimalkan edukasi kepada masyarakat,” tandasnya. (idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *