Gubernur Minta Penyelenggaran Ibadah Patuhi Protkes

  • Whatsapp
Gubernur Minta Penyelenggaran Ibadah Patuhi Protkes
Protokol kesehatan harus tetap diperhatikan sehingga ibadah Ramadan berjalan lancar, tertib dan terpenting masyarakat terhindar dari Covid-19.
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar bersyukur Bulan Suci tahun ini kegiatan keagamaan seperti ibadah shalat tarawih berjamaah di masjid sudah dapat dilaksanakan sebagaimana biasanya, walaupun masih dalam suasana pandemi Covid-19.
“Kegiatan keagamaan di Bulan Suci Ramadan untuk salat tarawih di masjid sudah dapat dilaksanakan, namun harus memperhatikan protokol kesehatan yang ada,” kata Ali Baal pada Selasa lalu.
Ali Baal mengingatkan, di dalam sebuah masjid pembatasan jumlah jamaah harus juga diperhatikan, misalnya yang sebelumnya bisa mencapai kapasitas tampung 100 orang, di tengah pandemi saat ini menjadi 50 orang saja.
Melalui kesempatan itu, Ali Baal juga menyampaikan rasa syukur yang tidak terhingga dikarenakan Sulbar yang sebelumnya mendapat kategori zona merah, kini menjadi zona hijau, terlebih lagi saat memasuki awal Bulan Suci Ramadhan. Itu artinya program dan kinerja pemerintah dinilai berjalan baik.
Sebelumnya, dalam rakortas, melalui vidcon Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan, rapat koordinasi tersebut dinilai penting untuk dilaksanakan sebagai persiapan memasuki Bulan Suci Ramadhan.
Dikemukakan, saat ini pemerintah mencanangkan keadaan sudah membaik, dimana kondisi Covid-19 di Indonesia sudah mulai melandai.
Angka kesembuhan yang cukup tinggi perlu dijaga, dengan keputusan pemerintah melakukan pembatasan gerakan dan kegiatan pada Bulan Suci tahun ini.
“Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir dan tahun depan kita bisa melaksanakan Ramadhan dengan normal kembali,” harapnya.
Kementerian Agama juga telah menyiapkan surat edaran tentang pembatasan kegiatan keagamaan selama Bulan Suci dan Hari Raya Idul Fitri.
“Pembatasan kegiatan keagamaan ini dilakukan untuk mengantisipasi persebaran virus corona di tempat ibadah,”ucap Menag, Yaqut Cholil Qoumas.
Namun untuk daerah yang dinyatakan masuk dalam zona merah, Yagut menegaskan, ibadah keagamaan selama Ramadan dan Idul Fitri di zona tersebut tetap akan dilarang dan meminta agar kegiatan ibadah selama bulan suci dilakukan di rumah. (idr/rul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *