Gubernur Prihatin Narkotika Masih jadi Ancaman Generasi Sulbar

  • Whatsapp
Gubernur Prihatin Narkotika Masih jadi Ancaman Generasi Sulbar
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, bersama Kepala BNNP Sulbar, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto, Ketua DPRD Sulbar, St Suraidah Suhardi, Danrem142 Tatag, Brigjen Firman Dahlan, Wakil Bupati Polman Natsir Rahmat, melakukan pemusnahan barang bukti narkotika di BNNK Polewali Mandar, Rabu 28 April 2021.

POLEWALI, SULBAREXPRESS.CO.ID – Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, mengapresiasi kinerja BNNP Sulawesi Barat dan BNNK Polewali Mandar dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika di Sulbar. Ia pun mengungkapkan rasa prihatin, lantaran makin banyaknya warga yang terjebak bisnis narkotika.

“Saya harapkan para pelaku bisa sadar, apalagi hukuman para pelaku narkoba tidak main-main. Kasihan anak dan keluarga jika kalian semua (pelaku, red) harus menjalani hukuman yang sangat lama karena tersandung masalah narkoba,“ kata Ali Baal Masdar kepada tujuh tersangka jaringan pengedar narkotika, yang turut dihadirkan dalam pemusnahan barang bukti di Polman.

Untuk diketahui, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar bersama Ketua DPRD Sulbar St Suraidah Suhardi, Danrem142 Tatag Brigjen Firman Dahlan, Wakil Bupati Polman Natsir Rahmat, dan Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika di BNNK Polewali Mandar, Rabu 28 April.

Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto menybeutkan, barang bukti narkoba diperoleh dari dua kasus yang berhasil diungkap petugas.

“Kami menyampaikan dua kasus sebenarnya, yang pertama melibatkan tiga orang tersangka, dia terlibat dalam kepemilikan dan pengendalian narkotika jenis sabu seberat kurang lebih yang tadi telah saya sebutkan (329,4430 gram),” kata Sumirat Dwiyanto.

“Kedua kasus yang melibatkan 4 orang tersangka, di sini barang buktinya masih berada di labfor Makassar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun yang pasti sudah dinyatakan positif makanya mereka kami amankan dan lakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut,“ imbuhnya.

Sumirat menambahkan pihaknya telah menyisihkan barang bukti sebanyak 7,4897 gram untuk berbagai kepentingan. Barang tersebut sebelumnya telah disishkan sekitar 7,5 gram untuk kepentingan pembuktian di persidangan dan juga untuk pembuktian di laboratorium forensik Polda Sulawesi Selatan di Makassar.

Kondisi di lapangan, pemusnahan barang bukti ini dilakukan dengan melarutkan sabu ke dalam air kemudian ditumpahkan masuk ke septik tank. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *