Jam Kerja Dikurangi, Kinerja Jangan Kendor

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
MENJELASKAN. Sekertaris Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris DP pada malam ramah tamah di Taman Marasa Corner, Minggu 11 April 2021.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS.CO.ID – Ramadan, tidak ada libur bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov Sulawesi Barat. Jam kerja dipangkas, pegawai harus tetap produktif.

Sekertaris Daerah Sulawesi Barat, Muhammad Idris DP mengatakan Pemprov Sulbar akan menyesuaikan waktu kerja bagi para ASN selama Ramadan.
Apalagi sudah ada Surat Edaran (SE) pemerintah pusat terkait jam kerja slama bulan suci tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Jam kerja itu sudah ditentukan pukul 09.00 masuk, pukul 15.00 keluar, tetapi kita usahakan tetap produktif,” kata Idris saat dikonfirmasi Minggu malam 11 April 2021, di Taman Marasa Corner, Mamuju.

Terpenting kata dia, adalah bagaimana ASN tetap menerapkan protokol kesehatan saat beraktifitas. Apalagi saat ini masih bekerja di tenda darurat.

“Jangan sama sekali lalai soal protokol kesehatan. Kita anggap itu biasa padahal berbahaya. Kita bisa liat secara nasional angka covid naik lagi,” beber Idris.

ASN juga dituntut untuk tetap komitmen pada budaya kerja yang melayani. Sekprov kemudian menyinggung konsep “IDE To Malaqbi”.

“Itu harus hidup, karena menjadi nilai dasar bagi kita. Kita berharap ASN bisa memanfaatkan waktu menambah pengetahuan keterampilannya,” imbuh Idris.

Diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo menetapkan Surat Edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2021.
SE tersebut berisi Penetapan Jam Kerja di Bulan Ramadan 1442 Hijriah bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN). Kurang lebih 7,5 jam per hari.

Dalam sambutannya pada acara ramah tamah, Sekprov Sulbar juga mengingatkan soal larangan mudik bagi ASN yang juga berlaku secara nasional, dalam rangka menekan penularan korona.

Menurutnya, meskipun Sulbar sudah masuk dalam zona hijau, tetapi semua elemen masyarakat diminta tetap waspada. Jangan sampai kecolongan agar Covid-19 tak kembali melonjak di provinsi ini. (idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *