KUPP Perlu Waspadai Anomali Cuaca

  • Whatsapp
FOTO: IST
PELABUHAN. Susana bongkar muat penumpang dan barang dari kapal saat tiba di Pelabuhan Mamuju, beberapa waktu lalu.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS.CO.ID – Cuaca Ekstrim beberapa pekan terakhir ini, mempengaruhi sektor tranportasi. Termasuk perhubungan laut.

Olehnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Maklumat Pelayaran terkait bahaya cuaca ekstrem dalam tujuh hari kedepan.
Kebijakan ini berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi cuaca ekstrem akan berlangsung hingga dua bulan mendatang.

Dinas Perhubungan Sulbar mengaku belum menerima imbauan terkait antisipasi perjalanan jika terjadi cuaca ekstrem.

“Sampai sekarang ini kami belum menerima maklumat itu,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sulbar, Maddareski Salatin, saat dikonfirmasi Kamis 8 April 2021.

Ia mengaku, meski belum mendapat maklumat itu, pihaknya tetap melakukan koordinasi utamanya dengan Kantor Unit Penyelenggara Penyebrangan (KUPP) di Sulbar.

“Tetap kita ingatkan terhadap maklumat-maklumat utamanya mengenai cuaca ekstrem seperti sekarang ini,” tegas Maddareski.

Sementara untuk pemantauan cuaca, pihaknya menguatkan koordinasi dengan BMKG. “Kita juga tetap menunggu dari BMKG, apabila cuaca kedepan lebih ekstrim lagi, tentu BMKG akan mengeluarkan informasi terkait pelayaran-pelayaran yang berisiko,” jelasnya.

Maddareski menambahkan, pihaknya tetap waspada sebab cuaca masih dinamis. Kewaspadaan ini sudah disampaikan ke pihak KUPP.

“Kalau misalnya tidak memungkinkan, ekstrimnya lebih parah lebih bagus ditunda pelayaran untuk mencari amannya. Jelasnya sampai minggu cuaca masih bersahabat untuk penyeberangan,” tandasnya.

Jalur pelayaran di Sulbar, diantaranya; tersebar di Pelabuhan Tanjung Silopo Polewali Mandar, Pelabuhan Palipi Majene dan Pelabuhan Fery Mamuju, Pelabuhan Belangbelang Mamuju, Pelabuhan Pasangkayu, Pelabuhan Topoyo, dan Pelabuhan Tanjung Bakau Mamuju Utara.

MAKLUMAT KEMENHUB
Kemenhub menerbitkan Maklumat Pelayaran Nomor 44/PHBL/2021 tanggal 6 April perihal waspada bahaya cuaca ekstrem dalam tujuh hari ke depan.

“Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal, diinstruksikan kepada seluruh syahbandar agar meningkatkan pengawasan keselamatan dan memantau kondisi cuaca setiap hari. Serta menyebarluaskan hasil pemantauan kepada pengguna jasa,” ujar Direktur Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad.

Jika kondisi cuaca membahayakan keselamatan pelayaran, Ahmad meminta syahbandar tidak menerbitkan surat persetujuan berlayar (SPB). Kegiatan bongkar muat barang juga harus diawasi secara berkala agar tertib dan lancar.

Para nakhoda juga memiliki kewajiban untuk memantau kondisi cuaca, baik sebelum maupun selama berlayar. Hal tersebut penting agar nakhoda dapat mengantisipasi, mencatat, dan melaporkannya kepada stasiun radio pantai alias SROP terdekat.

“Apabila saat berlayar terjadi cuaca buruk, kapal harus segera berlindung di tempat yang lebih aman dan segera melaporkannya kepada syahbandar dan SROP terdekat,” imbuhnya.

Ahmad berharap tidak ada kejadian kecelakaan kapal yang disebabkan cuaca buruk dan gelombang tinggi. Namun, kapal patroli KPLP dan kapal navigasi tetap disiagakan jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan di laut. (idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *