LaNyalla Meminta Pemda Kelola APBD dengan Prinsip SAKIP

  • Whatsapp
LaNyalla Meminta Pemda Kelola APBD dengan Prinsip SAKIP
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

JAKARTA, SULBAREXPRESS.CO.ID – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan pemerintah daerah agar mengelola anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) secara sehat dengan prinsip Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Menurut LaNyalla, kepala daerah harus menempatkan prinsip SAKIP yang baik dalam pengelolaan anggaran agar penyerapan anggaran dipastikan tepat sasaran di berbagai sektor

“Pemda harus mampu melakukan pengelolaan APBD secara sehat, adil, efektif, dan efisien. Pengelolaan APBDjuga harus berorientasi pada hasil yang optimal dalam pembangunan, terutama pembangunan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya, Senin (26/4).

SAKIP pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi dinilai oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Predikat SAKIP dibagi menjadi C, CC, B, BB, A, dan AA untuk memetakan instansi pemerintah pada beberapa kategori.

Pengaturan kategori ini bertujuan memetakan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran yang merupakan hasil dari implementasi manajemen dan anggaran berbasis kinerja secara berkesinambungan.

“Maka, pemda harus terpacu membuat program seoptimal mungkin agar bisa berprestasi,” kata LaNyalla.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur ini juga menyoroti kinerja sejumlah daerah yang dianggap memuaskan melalui peningkatan nilai SAKIP.

Seperti Kota Malang yang mendapat predikat A (memuaskan) untuk penilaian SAKIP 2020, dari yang sebelumnya hanya mendapat predikat BB (sangat baik).

Provinsi yang mendapat nilai AA (sangat memuaskan) pada penilaian SAKIP diraih oleh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Penganugerahan predikat tersebut dilakukan pada SAKIP RB (Reformasi Birokrasi) award tahun 2020 yang digelar pada Kamis (22/4) lalu.

“Saya mengucapkan selamat kepada Pemprov DIY yang kembali mendapat nilai AA pada SAKIP 2020. Ini bukti komitmen pemda untuk menerapkan pengelolaan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saya juga mengucapkan selamat kepada pemda yang berhasil meningkatkan prestasinya, termasuk Pemkot Malang,” katanya.

LaNyalla mengakui, penerapan SAKIP memang sulit di awal. Namun dia yakin, jika tahap demi tahap dilakukan secara konsisten maka pemda akan betul-betul memberikan program nyata untuk rakyat dengan birokrasi dan penganggaran yang efektif dan efisien.

“Hasil SAKIP ini akan menjadi pedoman pemda agar mampu meneguhkan komitmen terwujudnya kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

LaNyalla mengimbau para senator untuk terus mengawasi penyerapan anggaran di daerah masing-masing. “Sehingga masyarakat merasakan dampaknya terutama masalah pemulihan ekonomi nasional,” pungkas LaNyalla Mahmud Mattalitti. (jpnn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *