Mahasiswa Bidikmisi Tersandung Narkotika

  • Whatsapp
Mahasiswa Bidikmisi Tersandung Narkotika
BNNP Sulbar menggelar press release pengungkapan kasus narkotika, Senin 5 April 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Satu per satu kasus narkotika berhasil diungkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulbar. Mulai dari kelas teri hingga kasus yang merupakan jaringan luar negeri.

Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto menjelaskan butuh kerja keras bersama dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkotika. Ia juga berharap dukungan masyarakat.

“Dukungan masyarakat dan semua pihak sangat kami harapkan. Sebab dulu Sulbar sebagai daerah transit tapi sekarang sudah sebagai tujuan. Bahkan Sulbar juga sebagai daerah produsen karena di Majene ada pabriknya,” kata Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto saat menggelar press release, Senin 5 April 2021.

Bukan hanya itu, sambung Sumirat, kasus penyalahgunaan narkotika di Sulbar juga menunjukkan tren yang sangat mengkhawatirkan bagi kamajuan generasi muda. Itu ditandai dengan pengungkapan kasus narkotika oleh BNNP yang melibatkan salah satu mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Dia salah satu mahasiswa perguruan tinggi yang menggelar perkuliahan di Sulbar. Inisial RH,” terang Sumirat.

Menurut Sumirat, mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi secara akademik sesungguhnya memiliki prestasi cukup bagus. Namun masih bisa terpengaruh.

“Ya karena terpengaruh narkotika, maka masa depanya bisa rusak. Kuliahnya RH terganggu dan beasiswa Bidikmisi-nya juga sudah dicabut akibat kasus ini. Kan sayang kalau masa depan rusak gara-gara narkotika, itu yang selalu kami ingatkan kepada generasi muda agar menjauhi narkotika,” imbuh Sumirat.

Untuk diketahui, pada pelaksanaan press release kemarin, BNNP Sulbar mengungkap lima pelaku penyalahgunaan narkotika dari dua kasus. Mereka antara lain YS, RH, HM, SB, dan ABD.

Dari kasus pertama BNNP Sulbar mengamankan empat orang, antara lain YS, RH, HM, dan SB dengan barang bukti sabu dan uang tunai puluhan juta rupiah. Kemudian pada kasus kedua berhasil diamankan satu sachet plastik bening berisi sabu 2,33 gram dan satu HP lipat merk Samsung dari pelaku inisial ABD.

Sementara itu, di tempat yang sama Wakil Ketua DPRD Sulbar Abd Halim memberikan apresiasi atas kinerja BNNP Sulbar. Ia berharap kedepan provinsi ke-33 ini bisa menekan angka penyalahgunaan narkotika.

“Target ini harus secara bersama-sama didukung. Semua pihak harus sepekat untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika,” kata Halim.

Halim secara kelembagaan juga sudah memberikan dukungan agar di Sulbar dibangun tempat rehabilitasi bagi para pelaku penyalahgunaan narkotika. Upaya ini agar para pelaku bisa benar-benar bebas dari narkotika.

“Termasuk di Lapas juga kami dorong agar secara terus menerus diberikan sosialisasi bahaya laten narkotika. Sebab saya lihat kasus yang terungkap, banyak orangnya itu-itu saja, residivis. Ini yang menjadi catatan,” imbuh Halim.

Politisi PDIP ini juga berharap kedepan sosialisasi tentang bahaya narkotika bisa masuk ke sekolah. Ini agar generasi muda bisa terhindar.

“Kami juga sudah sepakat di DPRD untuk mendukung program sosialisasi bahaya narkotika di sekolah. Akan ada anggaran dalam postur APBD untuk kegiatan itu,” tandas Halim. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *