Majene Terbaik Kinerja Penanganan Stunting

  • Whatsapp
FOTO: IST
APRESIASI. Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyerahkan apresiasai kepada kepala daerah dengan prestasi penurunan stunting di Sulbar. Polman, Senin 12 April 2021.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS.CO.ID – Kabupaten Majene jadi daerah terbaik dalam penerapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting kabupaten se Sulbar.

Menyusul di posisi kedua adalah Pemkab Polewali Mandar. Peringkat ketiga keempat masing-masing, Pemkab Mamuju dan Mamasa.

Bacaan Lainnya

Penilaian ini disampaikan Kepala Bappeda Sulbar, Khairuddin Anas dalam laporannya pada Musrembang RKPD Provinsi Sulawesi Barat 2022 di Hotel Ratih, Polewali, Senin 12 April.

Hasilnya tertuang dalam SK Gubernur Sulbar Nomor 1884/457/XII/2020 tentang penetapan penilaian kinerja percepatan penurunan stunting di Sulbar.

“Dalam upaya meningkatkan kualitas dokumen perencanaan di daerah telah dilakukan penilaian penyusunan perencanaan pembangunan tingkat kabupaten,” kata Haeruddin Anas saat mengumumkan hasil penilaian tersebut.

Musrenbang dibuka Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar bersama Ketua DPRD Sulbar Sitti Suraidah Suhardi.

Gubernur meminta RKPD 2022 berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, dengan percepatan pembangunan infrastruktur.

Penyusunan rencana kerja harus terarah, terukur dan berkelanjutan serta sinkron dan mendukung target RPJMD tahun 2022.

“Jangan lagi muncul program dan kegiatan yang tumpang tindih antara OPD, yang terjadi karena ego sektoral, yang menggambarkan ketidak sinkronan perencanaan sehingga sulit terwujud efisiensi dan efektivitas disusul dengan selalu melakukan koordinasi Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah Pusat Provinsi dan Kabupaten,” kata Ali Baal.

Ia meminta, pelaksanaan pembangunan harus selalu mengedepankan asas manfaat untuk masyarakat.

Ali Baal, juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada stekholder terkait, seperti DPRD Sulbar, Unsur Forkopimda TNI, Polri serta semua pihak atas kebersamaan dalam pembangunan selama ini terutama menghadapi pandemi covid 19 dan bencana gempa bumi daerah Sulbar.

Sehingga dimasa akhir kepemimpinannya, dimana musrembang itu telah memasuki tahun kelima pelaksanaan RPJMD Sulawesi Barat ditahun 2017-2022.

Ia mengimbau pemkab se-Sulbar dan para Pimpinan OPD Pemprov untuk dapat bekerja secara maksimal demi terwujudnya tujuan bersama.

“Diperlukan kebersamaan dan kesatuan pandangan yang dibarengi kerja keras untuk memaksimalkan kinerja sehingga menghasilkan capaian yang optimal pada tahun 2022,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan, dalam menyelesaikan program prioritas utama diperlukan koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat, Daerah maupun Pemerintah Kabupaten sehingga tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan dalam penyelesaiannya.

Di lain sisi, Ketua DPRD Sulawesi Barat, Sitti Suraidah Suhardi menyampaikan kiranya pokok pikiran dewan dapat diperhatikan oleh pemerintah daerah setempat dan dapat bekerja serta membangun kerjasama yang lebih baik lagi demi terwujudnya Sulawesi Barat yang semakin maju dan malaqbiq

“Kami berharap kiranya Pokok pikiran (pokir) dapat dikawal oleh pemerintah daerah, sebab pokir tersebut merupakan salah satu agenda Penting dalam menyelesaikan janji untuk menyelesaikan kebutuhan masyarakat sulbar,” kata Suraidah. (idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *