Mamuju Kejar Target KLA

  • Whatsapp
Mamuju Kejar Target KLA
Sekkab Mamuju Suaib menyampaikan sambutan saat pelaksanaan evaluasi percepatan kabupaten layak anak (KLA).

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemkab Mamuju sudah melakukan kerja keras untuk mengejar target kabupaten layak anak (KLA). Hal ini disampaikan oleh Sekkab Mamuju Suaib, akhir pekan kemarin.

Menurut Sekkab, Kabupaten Mamuju sudah pada jalur yang benar untuk mengejar target KLA. Pasalnya di tahun 2019 daerah ini telah meraih penghargaan berhasil menurunkan pernikahan usia anak, juga meraih predikat yang sama untuk sekolah ramah anak yang diterima oleh MTSN Mamuju.

“Jadi secara teoritis kita sebenarnya telah berada dijalur yang benar, tinggal bagaimana membangun komitmen bersama semua pihak untuk memperbaiki apa yang harusnya diperbaiki untuk mewujudkan kabupaten layak anak,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, untuk mengejar target KLA, Pemkab Mamuju menggelar evaluasi percepatan kabupaten layak anak yang dilangsungkan di kantor bupati sementara (Sapota), pada Kamis 1 April 202i.

Dalam kegiatan ini juga diwarnai dengan penandatanganan komitmen bersama, oleh tim penggerak PKK Kabupaten Mamuju, hingga tim penggerak PKK kecamatan dan desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Sulbar, Djamila mengaku telah melakukan evaluasi pada lima kabupaten se-Sulbar, terhadap percepatan KLA.

Djamila, mengaku, meski hingga saat ini belum satupun kabupaten di Sulbar telah mengantongi predikat kabupaten layak anak. Namun ia optimis ditahun mendatang akan pecah telur, yang ditandai kabupaten layak anak akan disandang oleh salah satu kabupaten di Sulbar.

Namun demikian ia mengatakan, perlu kerja bersama dalam mewujudkan hal itu, dan pemerintah daerah harus menjadi motor dengan menyiapkan sejumlah prasyarat, diantaranya adanya peraturan/kebijakan daerah tengang KLA, persentase anggaran yang di alokasikan untuk KLA, sumber daya terlatih konvensi hak anak, keterlibatan forum anak
/ kelompok anak, kemitraan antar OPD dalam pengembangan KLA, keterlibatan lembaga dalam masyatakat dalam KLA, kemitraab dengan dunia usaha dalam KLA, kemitraan dengan media dalam KLA, serta inovasi dalam KLA.

Sebelumnya, Djamila mengungkapkan, pentingnya daerah layak anak, karena lebih dari 30 persen penduduk Indonesia adalah usia anak, yang sudah barang tentu membutuhkan pendampingan dalam tumbuh kembangnya, demi masa depan generasi selanjutnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *