Memacu Akselerasi Transaksi Digital, BI Target 37.500 Pengguna QRIS di Sulbar

  • Whatsapp
FOTO: IST
TEKAN TOMBOL. Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar bersama Kepala Perwakilan BI Sulbar, Budi Sudaryono dan pimpinan enam kabupaten pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia di Sulbar. Polman, Jumat 9 April 2021.

POLEWALI, SULBAR EXPRESS – Pelaku usaha lokal perlu memaksimalkan penerapan transaksi digital. Memudahkan pemasaran. Aman dari penularan korona.

Pandemi Covid-19 telah mengubah pola transaksi masyarakat secara drastis. Pembatasan mobilitas memaksa publik mengurangi transaksi tunai, sekaligus mendorong pertumbuhan transaksi secara online.

Bacaan Lainnya

Sejalan dengan itu, Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar menegaskan dukungan terhadap akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan di bidang sistem pembayaran.

“Kami berkomitmen mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia,” jelas Ali Baal di Hotel Ratih, Polewali Mandar, Jumat 9 April.

Jumat pekan kemarin, gubernur membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 serta launching Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Sulbar di Ballroom Hotel Ratih, Polewali.

Ali Baal Masdar mengatakan, Pemprov Sulbar berkomitmen mewujudkan digitalisasi transksi keuangan daerah, yang lebih akuntabel, transparan.

“Kita sepakat, sebagaimana instruksi Presiden untuk mewujudkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan pemerintah serta mendorong efisiensi belanja dan meningkatkan potensi penerimaan daerah,” jelasnya.

Instruksi Presiden dimaksud tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) 3/ 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD).
Satgas P2DD yang telah terbentuk di tingkat provinsi maupun kabupaten, diharap mampu memperluas traksaksi digital ke masyarakat. Sehingga mendorong integrasi ekonomi, dan keuangan digital nasional, sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah.

FEKDI di Sulbar, berlangsung 9-10 April dengan mengusung tema “Bersinergi dalam Akselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Indonesia”.
Rangkaiannya menyuguhkan puluhan stand Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang hadir menampilkan beragam produk makanan tradisional, kemasan; seperti jepa crispy dan kasippi.

Kepala Perwakilan BI Sulbar, Budi Sudaryono menerangkan bahwa FEKDI merupakan simbol atau semangat kebersamaan untuk meningkatkan digitalisasi di Sulbar.
“Hadirnya digitalisasi menandakan kemajuan suatu daerah. Motto Marasa dari Gubernur Sulbar, kita dukung dengan digitalisasi,” sebut Kepala Perwakilan BI Sulbar, Budi Sudaryono.

Hanya saja, program ini masih terbentur kehadiran jaringan internet yang belum menjangkau seluruh wilayah pelosok di Sulbar.
Menjadi tantangan tersendiri pihaknya dalam mengoptimalkan transaksi digital non tunai di provinsi ke-33 ini.

“Kami sudah sampaikan ke kantor pusat dan memang perlu kerja sama dengan Menkominfo. Sedangkan target QRIS kita di Sulbar 37.500 pengguna sesuai proporsinya,” tutur Budi.

MUDAH, CEPAT, dan AMAN
QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia. Melalui QRIS, proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan aman.

Selain transaksi perdagangan, bisnis, transportasi, pembayaran pajak, juga bisa digunakan untuk membayar kebutuhan sehari-hari di rumah, seperti listrik, telepon, air bersih, PDAM maupun untuk kegiatan ibadah atau donasi sosial.

Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar mendukung agar QRIS terus digalakkan di Sulbar. Menjasi solusi transaski aman penularan Covid-19.
“Semoga masyarakat akan lebih banyak menggunakannya (QRIS) sehingga ekonomi kita akan kembali berjalan dengan baik seperti semula,” ucap Enny Anggraeni Anwar. (ali-idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *